- VIVAnews/Mustakim
Kolay tertarik menekuni bisnis ini karena keuntungannya menggiurkan. Menurut dia, keuntungan menjadi perajin dan bisnis batu akik bisa mencapai 90 persen.
Kolay menangkap peluang booming batu akik dengan memberikan jasa pengolahan batu. Ia mengolah batu dari bongkahan hingga jadi batu akik siap pakai.
Jasa yang Kolay berikan mulai dari memotong, membentuk hingga memoles batu akik menjadi bagus dan menarik. Tarif yang ia patok pun tak terlalu besar.
Untuk mengerjakan satu batu hingga menjadi akik dia hanya menarik ongkos Rp25 ribu. Harga itu untuk konsumen biasa. Kalau untuk pedagang dia hanya memasang tarif Rp20 ribu.
Selain memberikan jasa mengolah batu, Kolay juga menjual batu akik yang sudah jadi. Tak hanya itu. Ia juga menyediakan emban dan batu yang masih dalam bentuk bongkahan.
Dari jasa mengolah batu itu, Kolay bisa mengantongi uang Rp400 ribu dalam sehari. Jika ditambah keuntungan dari menjual batu dan emban bisa meraup Rp1 juta lebih dalam sehari.
“Modal awal saya membuka jasa pengolahan batu akik ini hanya Rp50 ribu,” ujarnya mengenang. Menurut dia, uang itu ia gunakan untuk membeli mesin pompa air bekas yang ia modifikasi menjadi mesin pemotong batu.
Hanya dalam waktu sebulan, uang Rp50 ribu itu berkembang pesat dan beranak pinak. Salah satunya, ia bisa membeli mesin gerinda untuk membentuk dan memoles batu juga membeli etalase sekaligus isinya.
Estetik Hingga Mistik
Kolay mengatakan, dalam sehari ia bisa mengolah sekitar 20 batu. Meski ia membuka ‘bengkel’ nya di rumah, di antara gang sempit, ‘workshop’ nya tak pernah sepi. Setiap hari banyak pelanggan yang datang untuk mengolah batu atau sekadar diskusi soal batu.
Pasalnya, selain sebagai bengkel batu, rumahnya juga menjadi tempat berkumpulnya para penyuka dan penggila batu. Ahmad Kosasih (67) misalnya.
Pensiunan PT Pertamina ini sudah ‘nongkrong’ di rumah Ade sejak pagi. Kosasih mengaku sering datang ke rumah Ade untuk mengolah batu akik yang ia koleksi.
Seperti pagi itu. Ia datang dengan membawa bongkahan batu yang sengaja dibawa dari Kalimantan.