SOROT 320

Terpikat Batu Mulia

ade hermansyah, perajin batu akik
Sumber :
  • VIVAnews/Mustakim

Kolay tertarik menekuni bisnis ini karena keuntungannya menggiurkan. Menurut dia, keuntungan menjadi perajin dan bisnis batu akik bisa mencapai 90 persen.

img_title Snapdragon vs Dimensity, Mana Prosesor HP yang Lebih Worth It pada 2026? Ini Perbedaan Performa, Gaming, dan AI

Kolay menangkap peluang booming batu akik dengan memberikan jasa pengolahan batu. Ia mengolah batu dari bongkahan hingga jadi batu akik siap pakai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jasa yang Kolay berikan mulai dari memotong, membentuk hingga memoles batu akik menjadi bagus dan menarik. Tarif yang ia patok pun tak terlalu besar.

img_title Ayu Ting Ting Pindah Rumah ke Jaksel, Denny Darko Ungkap Peruntungan Baru hingga soal Jodoh

Untuk mengerjakan satu batu hingga menjadi akik dia hanya menarik ongkos Rp25 ribu. Harga itu untuk konsumen biasa. Kalau untuk pedagang dia hanya memasang tarif Rp20 ribu.

Selain memberikan jasa mengolah batu, Kolay juga menjual batu akik yang sudah jadi. Tak hanya itu. Ia juga menyediakan emban dan batu yang masih dalam bentuk bongkahan.

img_title Kapal Induk Gadjah Mada 'On the Way', Era TNI AL jadi Blue Water Navy Dimulai

Dari jasa mengolah batu itu, Kolay bisa mengantongi uang Rp400 ribu dalam sehari. Jika ditambah keuntungan dari menjual batu dan emban bisa meraup Rp1 juta lebih dalam sehari. 

“Modal awal saya membuka jasa pengolahan batu akik ini hanya Rp50 ribu,” ujarnya mengenang. Menurut dia, uang itu ia gunakan untuk membeli mesin pompa air bekas yang ia modifikasi menjadi mesin pemotong batu.

Hanya dalam waktu sebulan, uang Rp50 ribu itu berkembang pesat dan beranak pinak. Salah satunya, ia bisa membeli mesin gerinda untuk membentuk dan memoles batu juga membeli etalase sekaligus isinya.

Estetik Hingga Mistik

Kolay mengatakan, dalam sehari ia bisa mengolah sekitar 20 batu. Meski ia membuka ‘bengkel’ nya di rumah, di antara gang sempit, ‘workshop’ nya tak pernah sepi. Setiap hari banyak pelanggan yang datang untuk mengolah batu atau sekadar diskusi soal batu.

Pasalnya, selain sebagai bengkel batu, rumahnya juga menjadi tempat berkumpulnya para penyuka dan penggila batu. Ahmad Kosasih (67) misalnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pensiunan PT Pertamina ini sudah ‘nongkrong’ di rumah Ade sejak pagi. Kosasih mengaku sering datang ke rumah Ade untuk mengolah batu akik yang ia koleksi.

Seperti pagi itu. Ia datang dengan membawa bongkahan batu yang sengaja dibawa dari Kalimantan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut