SOROT 320

Terpikat Batu Mulia

ade hermansyah, perajin batu akik
Sumber :
  • VIVAnews/Mustakim

Menurut dia, batu jenis itu sudah dipakai oleh keluarga dinasti Cina secara turun temurun untuk pengobatan penyakti dalam. Secara ilmiah, lanjut Agus, giok memiliki pori-pori yang sangat mudah menyerap unsur-unsur.

img_title Deretan Shio yang Akan Menarik Kemakmuran dan Kelimpahan Rezeki Sepanjang September

Selain itu, batu giok juga mempunyai pembawaan dingin sehingga bisa menyerap toksin, racun tubuh. Selain itu ada batu nephrite. “Itu artinya ginjal dalam bahasa Yunani. Orang dulu pakai untuk penyembuhan disfungsi ginjal,” ujarnya menjelaskan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti Dono, Agus juga menilai batu akik memiliki energi positif dan membuat orang lebih percaya diri. Sebab menurut dia, batu akik terbentuk dari alam dan terjadi selama jutaan tahun.

img_title Kapan Audi Marissa Pindah Agama? Sempat Diisukan Balik Islam Lagi Sebelum Gugat Cerai

Untuk itu, batu pasti memiliki pengaruh pada pemakainya. Namun menurut dia, pengaruhnya lebih banyak ke psikis. “Jadi kalau saya pakai, percaya diri untuk ngomong untuk negosiasi, bukan karena kekuatan batu itu.”

Pembawa Berkah

img_title Jadwal SIM Keliling Selasa 1 September 2026, Cek Lokasi di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Bandung

Demam batu akik ini tak hanya dinikmati oleh perajin dan pedagang. Fenomena ini juga membawa berkah tersendiri bagi para penambang batu. Dani (34) misalnya. Warga Kampung Tanjakan Pasang, Desa Sukarame, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ini mengaku banyak menerima pesanan batu dalam dua tahun terakhir.

Dengan tren batu akik yang naik dan harga batu yang selangit berpengaruh terhadap pendapatan para penambang, termasuk dia. Apalagi jika ada pesanan langsung dari pedagang.

"Dulu harga batu sangat murah. Kalau sekarang, harganya naik, apalagi kalau ada pesanan langsung, harganya lumayan,” ujarnya kepada VIVAnews, Rabu, 26 November 2014.

Menurut dia, untuk batu panca warna satu kwintal harganya sekitar Rp10 juta. Sementara, untuk batu topas mencapai Rp40 juta perkuintal. Hasil penjualan itu dibagi antara penambang dengan pemilik lahan.

"Hasil tambang rata-rata dapat dua kuintal atau satu kuintal batu topas. Dibagi bisa sampai Rp2 juta," ujarnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dani mengaku sudah menekuni profesi penambang batu sejak dua puluh tahun lalu. Menurut dia, sejak batu akik booming hampir semua warga desa berbondong-bondong menjadi penambang.

Bahkan, sejumlah warga yang sebelumnya bekerja di Bandung dan Jakarta memilih pulang dan menjadi penambang. Pasalnya, tak perlu modal besar untuk mengais rezeki dari pekerjaan ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut