SOROT 320

Terpikat Batu Mulia

ade hermansyah, perajin batu akik
Sumber :
  • VIVAnews/Mustakim

Artinya, masyarakat banyak membeli dan menggunakan batu akik karena percaya benda tersebut akan membawa keberuntungan dan rejeki bagi yang menggunakan. Pengguna berharap mendapat pekerjaan, dibantu orang lain dan sejumlah harapan lain.

img_title Erupsi Gunung Sinabung, Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi

“Batu akik booming karena sebagian besar masyarakat yang menggunakan percaya mitos,” ujarnya kepada VIVAnews saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 26 November 2014.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sosiolog ini menjelaskan, masyarakat menengah ke bawah yang tak memiliki pekerjaan tetap memiliki waktu lebih banyak untuk meriung dengan warga yang lain.

img_title Lolos ACL Two, Igor Tolic Langsung Dihadapkan Masalah Besar di Persib

“Nah di situlah proses transfer informasi dan kepercayaan terhadap mitos batu akik terjadi,” ujarnya. Menurut dia, jika ada warga yang bercerita soal khasiat tertentu dari batu akik akan langsung didengar dan diterima oleh warga yang lain.

Proses itu terus terjadi dan melebar di masyarakat. Akibatnya, masyarakat banyak percaya dengan mitos batu akik dan mereka berlomba-lomba membeli dan memiliki batu akik.

img_title Jadwal Pertandingan Persib Bandung di Grup Maut ACL Two,

Hal ini terjadi karena sebagian masyarakat menengah ke bawah dililit hidup yang semakin sulit. “Menurut saya, ini fenomena sosial dan motifnya murni karena alasan ekonomi,” ujarnya menambahkan.

Sementara, bagi masyarakat menengah ke atas, demam batu akik ini dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi. Bagi mereka, fenomena ini dianggap sebagai peluang ekonomi.

Jadi, fenomena boomingnya batu akik ada dua. Kalau masyarakat bawah melihatnya dari sisi mitos.

Sementara, masyarakat menengah ke atas melihatnya sebagai peluang ekonomi dan investasi. Selain itu, batu akik juga menjadi penanda status sosial.

Semakin mahal batu dan embannya, maka status sosial orang yang menggunakan akan semakin tinggi, laiknya perhiasan.

Namun, pendapat berbeda disampaikan Agustono Dwi Rahadi. Gemolog atau pakar penilai kualitas batu ini mengatakan, dulu memang banyak orang yang percaya dengan mitos batu akik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Orang menggunakan batu akik dengan tujuan mendapatkan belas kasih orang lain atau untuk kesaktian. Namun, dalam tiga tahun terakhir ada pergeseran nilai.

Dari hal-hal yang berbau mistik sekarang mulai bergeser menjadi fashion. Karena saat ini baik orang tua maupun muda, laki-laki atau perempuan mengekspresikan dirinya dengan batu. “Ini yang belakangan membuat mengapa batu itu booming,” ujarnya kepada VIVAnews beberapa waktu lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut