- VIVAnews/Mustakim
Sebab menurut dia, tren itu merangsang pemberdayaan potensi lokal untuk kepentingan ekonomi. Ia mengatakan, fenomena batu akik akan membuka lowongan kerja baru.
Penggila batu akik tak hanya berasal dari kalangan orang yang sudah berusia tua, namun juga anak muda. Andika Rizki (31) misalnya.
Karyawan bank ini mengaku ‘gila’ batu beberapa tahun terakhir. Awalnya ia diberi batu oleh temannya. Namun, lama kelamaan ia jadi suka dan menggemari batu akik yang selama ini identik dengan orang tua. Ia mengatakan, ada seni tersendiri dalam merawat batu.
Menurut Andika, merawat batu menimbulkan kepuasan tersendiri. “Koleksi saya ada sekitar 80 an batu yang sudah dalam bentuk cincin,” ujar ayah satu anak ini kepada VIVAnews saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 26 November 2014.
Sama seperti Dono, Andika juga percaya mitos yang terdapat dalam batu akik. Ia mengatakan, awalnya kasir bank ini tak percaya batu memiliki kekuatan magis.
Namun, belakangan ia percaya saat cincin pemberian kakeknya lenyap begitu saja. Padahal ia mengaku sudah menyimpannya dengan baik. “Menurut orang-orang, cincin itu pergi karena tak berjodoh dengan saya,” ujarnya.
Namun, berbeda dengan Kosasih dan Dono. Selain sebagai hobi, Andika juga memanfaatkan batu akik sebagai peluang bisnis. juga melakukan jual beli batu akik. “Menurut saya, selain sebagai hobi batu bisa jadi peluang bisnis dan investasi.”
Berawal dari Mitos
Demam batu akik terjadi dalam tiga tahun terakhir. Saat ini, batu akik tak hanya monopoli orang tua, namun juga digandrungi anak muda.
Orang ramai berburu dan menjajakan batu mulia ini. Batu akik dijajakan mulai dari ruang-ruang pameran dan etalase mewah hingga emperan di pinggir jalan.
Pengamat sosial Musni Umar mengatakan, tren batu akik ini merupakan fenomena musiman laiknya fenomena yang lain. Menurut dia, batu akik saat ini booming karena masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah masih percaya dengan mitos batu akik yang bisa membawa keberuntungan.
Mereka percaya, batu akik bisa membuat pemakainya kebal, bisa sebagai pengasihan dan sekian mitos yang lain. Ia mengatakan, batu akik menggila karena motif ekonomi.