SOROT 320

Terpikat Batu Mulia

ade hermansyah, perajin batu akik
Sumber :
  • VIVAnews/Mustakim

Kondisi ini dipercepat dengan perbincangan dan transaksi batu akik melalui online. Informasi seputar batu banyak diulas dengan baik di laman-laman perdagangan online atau blog.

img_title Mengenang Deretan Bintang 'Home Alone' yang Telah Meninggal Dunia, Terbaru Tim Curry

Selain itu, hampir setiap bulan ada pameran tentang batu di seluruh Indonesia, terutama Jakarta. Menurut Agus, hal itu membuat orang hampir tiap bulan mendapatkan informasi dan edukasi mengenai batu akik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu membuat masyarakat makin yakin, terutama dari sisi bisnis dan ekonomi, karena keuntungan bisnis batu ini sangat menggiurkan.

img_title KLH Hitung Kerugian Negara Imbas Karhutla Capai Rp5,30 Triliun, 19 Perusahaan Diperiksa

Ia mengatakan, batu akik mulai booming sejak tiga tahun terakhir. Namun, paling terasa trennya 1,5 tahun terakhir. Menurut Agus, salah satu pemicunya adalah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengenakan batu akik.

Namun, menurut dia SBY dan pejabat lain hanya menggunakan batu jenis tertentu. Menurutnya, yang paling berperan membuat batu menjadi booming adalah publikasi di dunia maya dan layar kaca.

img_title Ngurus Surat Cerai Gegara Typo, Salmafina Sunan Kenang Perpisahan dengan Taqy Malik

Selain itu juga ada peran komunitas pecinta batu. “Faktor komunitas dan media. Selebritis, pejabat dan politikus hanya ikut mendongkrak,” ujarnya menambahkan.

Agus benar, komunitas penyuka batu akik memang menjamur bak cendawan di musim hujan. Di Depok, Jawa Barat, misalnya.

Di kota ini batu akik sudah merambah hingga remaja dan kalangan pelajar. Komunitas pecinta batu dan perajin batu mulia banyak dijumpai di tiap sudut kota hingga ke permukiman penduduk.

Pendiri Komunitas Depok Jaya Gems Lover's Martinus Cahyo mengatakan, anggota komunitasnya tak hanya kalangan pekerja, namun juga pelajar dan remaja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Komunitas ini baru dibentuk dua tahun lalu. Yang gabung cukup banyak, karena sama-sama menyukai hobi yang sama. Kalau kita sedang kumpul berbagi pengalaman, dari mulai tukar menukar batu atau disebut tos-tosan hingga jual beli," ujar polisi yang berdinas di Polresta Depok ini kepada VIVAnews, Rabu, 26 November 2014.

Menurut dia, komunitas yang ia bentuk merupakan wadah untuk mengetahui batu-batu yang lagi booming atau tren sekaligus tukar pandangan soal batu.
Meski sejumlah orang tak percaya, Agus mengatakan, batu memiliki fungsi medis. Ia mencontohkan batu giok.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut