SOROT 347

Sepakbola Indonesia Berduka

Kantor PSSI di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA/Hafidz Mubarak A.

Mereka mencari dana tambahan dengan mempertaruhkan kariernya sebagai pemain profesional.

img_title Dugaan Korupsi Kembali Hantam FIFA

"Pasti (sulit). Situasi dalam ketidakpastian itu sangat sulit bagi pemain. Bagaimana mau latihan kalau jadwalnya tidak jelas. Banyak juga klub yang membubarkan tim, otomatis kondisi pemain kembali ke titik nol," kata Ponaryo Astaman, ketua Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Bagi pemain yang punya pekerjaan tetap seperti pegawai negeri atau yang punya usaha sampingan lainnya, mungkin bisa bertahan. Tapi, banyak teman-teman yang menggantungkan hidupnya hanya dari sepakbola,” kata Striker Persipura, Boaz Solossa kepada tvOne.

img_title Terlibat Kasus Pidana, Eks Sekjen FIFA Terancam Masuk Bui

FIFA mencatat ada 66.960 pemain di Indonesia. Itu sudah termasuk pemain profesional, junior, amatir, dan wanita. Di ISL, sebagai kompetisi kasta tertinggi ada 428 pemain lokal dan 51 pemain asing. Sebagian besar dari mereka sangat menggantungkan hidup dari sepakbola.

Lihat data lengkapnya pada .

img_title Pangeran Ali Desak Pemilihan Presiden FIFA Ditunda

Suporter Resah
Suporter juga resah dengan kondisi persepakbolaan saat ini. Suporter Persib Bandung yang tergabung dalam Viking bahkan turun ke jalan untuk menyuarakan kegelisahannya. Diawali dengan long march dari Stadion Persib, mereka pun menitipkan tujuh tuntutannya kepada DPRD Jawa Barat, Kamis, 4 Juni lalu.

Mereka tidak membela siapa pun, baik PSSI maupun menpora. Namun, salah satu poin dari tujuh tuntutan yang disampaikan jelas meminta Menpora Imam Nahrawi, mencabut SK pembekuan PSSI. Mereka juga menuntut PSSI segera mereformasi diri.

Kegelisahan juga dirasakan oleh suporter Arema, Aremania. Ahmad Gozali, Aremania Koordinator Wilayah Dinoyo dengan lantang menyatakan sanksi dari FIFA merugikan bagi sepakbola sekaligus masyarakat yang hidup dari bola. Suporter adalah kelompok yang paling dirugikan dengan matinya sepakbola di Indonesia.

“Kreativitas suporter tidak berkembang, kami ada karena klub. Tanpa kompetisi kami mati,” kata Ahmad Gozali, Kamis 4 Juni 2015.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, ada juga yang memandang bahwa sanksi FIFA bukan kiamat bagi sepakbola Indonesia. Yosef “El Kepet”, pentolan Aremania dari era Galatama, contohnya. Menurut dia, tidak selamanya sanksi FIFA itu buruk. Sebab, ada negara yang justru maju setelah disanksi FIFA.

“Dengan kompetisi berkualitas, kisruh sepakbola sudah hilang, pasti akan ada penilaian kembali kepada Indonesia. Tapi, ini juga tergantung bagaimana pemerintah memajukan sepakbola ini,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut