SOROT 376

Melancong ke Jakarta Masa Lampau

Kedai Seni Djakarte
Sumber :
  • VIVA.co.id/Riska Herliafifah

Setelah dari museum keramik, perjalanan dilanjutkan ke Museum Fatahilah. Saat sampai di pintu masuk, pengunjung diminta mengganti alas kaki dengan sandal yang sudah disediakan pihak museum. Kemegahan gedung yang dibangun pada 1620 oleh Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen itu sangat terasa, didominasi warna putih dan cokelat.

img_title Redmi 15 vs itel S26 Ultra: Baterai Jumbo atau Layar AMOLED Lengkung, Hp Mana yang Lebih Menggoda?

Museum Seni Rupa dan Keramik di Jakarta

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengunjung serius melihat-lihat benda-benda bersejarah di Museum Keramik. FOTO: VIVA.co.id/Riska Herliafifah

img_title Dua Tahun Prabowo-Gibran, Hal Ini Disebut Bisa Perkuat Kinerja Kabinet

Di sini, pengunjung diajak lebih mengenal sejarah Jakarta lebih dekat. Mulai dari kedatangan Portugis, Inggris hingga Belanda. Tiket masuk museum juga sangat murah, yakni Rp5.000 untuk orang dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.

Bangunan yang awalnya diperuntukkan sebagai balai kota atau dalam Bahasa Belanda disebut Stadhuis ini terdiri dari dua lantai. Lantai satu lebih memperlihatkan lukisan dan keterangan tentang sejarah Jakarta. Lantai dua berisi kursi, meja, lemari, cermin dan perabotan rumah. Pengunjung dilarang menyentuh barang-barang itu. Dari balik jendela Museum Fatahilah, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar kawasan Kota Tua.

img_title Klasemen Medali Asian Para Games 2026: Indonesia Raih 8 Emas, Target Terlampaui!

Museum Wayang bisa menjadi alternatif destinasi wisata saat liburan

Di Museum Wayang, pengunjung bisa melihat berbagai miniatur wayang yang terbuat dari bahan-bahan unik. FOTO: VIVA.co.id/Riska Herliafifah

Destinasi berikutnya adalah Museum Wayang.  Saat masuk, pengunjung akan melihat patung wayang golek yang cukup besar di sebelah kanan. Menyusuri lorong, di bagian kiri dan kanan bisa melihat berbagai wayang dari seluruh Indonesia. Lampu di lorong sini tidak terlalu gelap, tapi tidak terlalu terang.

Keluar dari lorong, terdapat taman berukuran sedang. Pada dinding taman, tertulis cerita mengenai sejarah gedung yang dituliskan dengan Bahasa Belanda. Berkeliling museum, pengunjung bisa melihat berbagai miniatur wayang yang terbuat dari bahan-bahan unik. Seperti rotan, dan serbuk kayu.

Dari kejauhan, kesan mewah Café Batavia sudah terlihat. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai satu berisi bar dan panggung kecil untuk live music. Lantai dua, ruangan lebih luas dan gaya arsitektur Eropa sangat kental . Di lantai ini juga dipajang foto-foto  pemilik gedung dari tahun ke tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cafe Batavia di kawasan Kota Tua, Jakarta

Cafe Batavia, populer di kalangan turis Belanda, terletak di sebelah utara Museum Fatahillah. FOTO: VIVA.co.id/Riska Herliafifah

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut