- VIVA.co.id/Riska Herliafifah
Di bagian luar tugu yang dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975 ini, pengunjung dapat melihat relief yang menggambarkan sejarah Indonesia, seperti kejayaan Nusantara di masa lampau. Puas melihat relief tersebut, jangan lupa susuri bagian bawah Tugu Monas. Di sana terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia yang memuat 51 diorama sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah hingga Orde Baru.
Lelah mengitari Lapangan Monas, pengunjung bisa rehat dan menyantap sejumlah kuliner di Jalan Veteran I. Lokasinya berada di samping gedung Markas TNI AD. Tak jauh dari Jalan Medan Merdeka Utara.
![]()
Di Jalan Veteran I itu berdiri sebuah toko es krim legendaris, Ragusa Es Italia. FOTO: VIVA.co.id/Riska Herliafifah
Di Jalan Veteran I itu berdiri sebuah toko es krim legendaris, Ragusa Es Italia. Toko es krim tersebut didirikan pada tahun 1932 oleh pria berkebangsaan Italia, Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa. Hingga saat ini, toko es krim tersebut tak pernah sepi pengunjung. Harga es krim berkisar Rp15.000-Rp35.000.
Perjalanan menjalajahi kawasan sekitar Monas berlanjut dengan menyambangi Masjid Istiqlal. Masjd yang disebut-sebut sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara itu berlokasi di depan Ragusa, namun terpisah olah kanal. Menuju ke sana, pengunjung harus berjalan terlebih dahulu ke arah Halte TransJakarta Juanda.
![]()
Lokasi kompleks masjid yang dahulunya merupakan Taman Wilhelmina itu memang sangat luas. Tak heran jika pembangunannya memakan waktu hingga 17 tahun. FOTO: VIVA.co.id/Riska Herliafifah
Lokasi kompleks masjid yang dahulunya merupakan Taman Wilhelmina itu memang sangat luas. Tak heran jika pembangunannya memakan waktu hingga 17 tahun, hingga akhirnya diresmikan pada 22 Februari 1978.
Bangunan masjid yang pernah dikunjungi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dan Pangeran Charles ini, terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid bergaya arsitektur Islam modern internasional, dengan dinding dan lantai berlapis marmer.
Bangunan utama masjid mempunyai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi 96,66 meter berdiri di sudut selatan selasar masjid. Uniknya arsitek Masjid Istiqlal adalah seorang seorang Kristen Protestan, Frederich Silaban.