- VIVA.co.id/Riska Herliafifah
Menurut sejarah, Masjid Al-Alam tak lepas dari peran Walisongo saat mensyiarkan Islam di tanah Banten. Adalah Maulana Hasanuddin atau Pangeran Sabakingkin yang mendapat restu dari sang ayah, Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, mensyiarkan Islam di tanah Banten.
“Lazimnya, pasukan Kerajaan Islam ketika hendak salat membutuhkan tempat untuk berjamaah, maka dibangunlah surau. Artinya sekadar memenuhi syarat salat berjamaah. Dinamakan Masjid Al-Alam karena secara etimologi tadi, siangnya enggak ada, besok paginya sudah ada,” ujar Muhammad Ridwan, anak dari almarhum Ustaz Ahmad Sarjono, sesepuh Masjid Al-Alam Cilincing.
![]()
Masjid Al-Alam Cilincing terdaftar sebagai salah satu cagar budaya di Jakarta. FOTO: VIVA.co.id/Riska Herliafifah
Saat ini Masjid Al-Alam Cilincing terdaftar sebagai salah satu cagar budaya di Jakarta. Masjid sudah mengalami pemugaran sebanyak dua kali, yakni 1976 dan 1984. Meski demikian, bangunan asli tetap dipertahankan.
“Karena serupa dengan Masjid Agung Cirebon dan Demak,” ucapnya.
Luas bangunan masjid sekitar 900 meter per segi. Cukup untuk menampung sekitar 400 jemaah. Saat ini, masjid itu masih sering dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah, seperti dari Makassar, Bandung, dan Yogyakarta.