SOROT 376

Melancong ke Jakarta Masa Lampau

Kedai Seni Djakarte
Sumber :
  • VIVA.co.id/Riska Herliafifah

Tepat di depan pintu masuk Masjid Istiqlal berdiri Gereja Katedral dengan arsitektur Neo-Gotik khas Eropa.  Meski demikian, bangunan Katedral saat ini sesungguhnya bukan gedung gereja yang asli.  Sebab, Katedral yang diresmikan pada 1810 mengalami kebakaran  pada 1826 dan kemudian roboh di tahun 1890.

img_title UNESCO Kagumi Peninggalan Sejarah di Indonesia

Gereja Katedral Jakarta bisa menjadi alternatif destinasi wisata saat liburan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gereja Katedral yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans. FOTO: VIVA.co.id/Riska Herliafifah

img_title Museum yang Merajut Bencana Tsunami

Katedral yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Provicaris Carolus Wenneker. Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.

Di dalam Katedral ini terdapat museum yang diresmikan pada tanggal 28 April 1991. Seperti dilansir situs web Katedral Jakarta, benda-benda yang disimpan meliputi alat ibadat seperti Monstrans bercorak barok yang digunakan Pastor Limburg pada tahun 1700. Detailnya memperlihatkan relief seekor Domba duduk dia tas sebuah Kitab, yang diyakini lambang Yesus sebagai Anak Domba Tuhan. Koleksi lain berupa Tongkat gembala dan piala yang diterima Mgr. A. Claessens, pastor Agama Katolik yang datang ke Indonesia sekaligus pendiri Gereja Katedral.

img_title Menelusuri Terowongan Bawah Tanah di Ambon

Beberapa teks doa berbingkai juga disimpan, ketika itu, Bahasa Latin masih digunakan sebagai bahasa ibadat resmi dan sang imam masih membelakangi umat. Di sudut lain, kasula-kasula dalam berbagai bentuk tersimpan dalam lemari antik, diantaranya kasula model kuno lima warna hingga kasula tiga rangkap yang tempo dulu digunakan uskup. Kasula itu sendiri merupakan pakaian terluar yang dikenakan iman dalam perayaan di Gereja-Gereja Kristen bertradisi Barat.

Jam buka Museum adalah setiap hari Senin, Rabu dan Jumat pukul 10.00- 12.00 WIB. Kunjungan di luar jam yang sudah ditentukan perlu membuat kesepakatan terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jejak Walisongo di Cilincing

Bila dibandingkan dengan tempat sejarah lainnya, akses menuju Masjid Al-Alam di Cilincing, Jakarta Utara, cukup sulit.  Namun, pengunjung bisa menggunakan busTransJakarta koridor 10, Tanjung Priok-PGC dan turun di halter terakhir. Setelah itu ada dua pilihan, yakni naik Metromini 23 atau Mikrolet  14 dan turun di perempatan Cilincing. Dari sana, bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik ojek, jaraknya sekitar 600 meter.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut