SOROT 380

Memburu Bahrun Naim

Bahrun Naim, pemimpin kelompok ISIS wilayah Asia.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha

Namun, analisis itu dibantah Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM), Mahendradatta. Menurut dia, Bahrun tidak pernah bergabung dengan JAT pimpinan Abu Bakar Baasyir. 

img_title Kapolri Beri Penghargaan ke 16 Polisi Kasus Bom Thamrin

“Berdasarkan keterangan dari teman-teman JAT, Bahrun Naim tidak pernah menjadi anggota Jamaah Anshorut Tauhid. Itu perlu digarisbawahi. Kemudian Ustad Abu Bakar Baasyir juga tidak ada hubungan dengan Bahrun Naim. Saya yakin bahwa Ustadz Abu tidak pernah kenal dengan Bahrun Naim,” ujar Mahendradatta kepada VIVA.co.id, Selasa 18 Januari 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan terpidana kasus Bom Bali, Ali Fauzi, menilai Bahrun tak sehebat yang dikabarkan. “Dia hanya bagian terkecil di organisasi ini (ISIS),” ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis 21 Januari 2016.

img_title Aiptu Budiono Pulih dari Tembakan Jarak Dekat Teroris

Menurut dia, polisi menyebut Bahrun sebagai dalang teror karena dia memiliki peran penting di bidang informasi dan teknologi (IT) di Suriah. Kemampuan Bahrun Naim terkait IT ini yang dijadikan medium untuk menyebarkan propaganda ISIS ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

“Kalau dia dibilang memegang tampuk pimpinan (ISIS), masih ada tokoh lain yang jauh lebih hebat,” ujar adik kandung Ali Imron ini.

img_title Penyedia Logistik Kelompok Santoso Dibekuk

Ali Fauzi mengatakan, Bahrun Naim belum layak menjadi pimpinan ISIS di Asia Tenggara. Pasalnya, ada banyak nama lain yang lebih hebat dari Bahrun Naim, baik dari Malaysia, Filipina, maupun Indonesia.

Adik mendiang Amrozi itu menyebut beberapa nama orang Indonesia yang lebih hebat dari Bahrun Naim. “Ada nama Salim Mubarok Attamimi dan Bahrun Syah. Tidak perlu saya sebut semua kan,” ujar dia seraya tertawa.

Ali Fauzi mengaku, semasa bergabung di Jamaah Islamiyah (JI), ia tak pernah bertemu secara fisik dengan Bahrun Naim. “Tapi jejak rekamnya saya tahu sebelum ada operasi teror di Sarinah, Jakarta,” ujarnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ali Fauzi, Bahrun telah lama mengikuti kajian-kaijan kelompok jihad, bahkan jauh sebelum dia ditangkap karena kasus kepemilikan amunisi dan bahan peledak di Solo, Jawa Tengah pada tahun 2010 silam.

“Dia sebenarnya orang biasa. Setelah dipenjara karena kasus kepemilikan amunisi dan handak, dia jadi luar biasa,” kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut