SOROT 438

Kembalinya Kegembiraan Masa Kecil

Sejumlah murid sekolah dasar memainkan permainan anak tradisional Maluku, Toki Gaba-gaba, di arena Pameran Hari Pers Nasional (HPN) dan Maluku Expo 2017, Lapangan Merdeka, Ambon, Maluku
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Embong Salampessy

Namun, begitu masuk Dusun yang terletak di utara Kampus ISI Yogyakarta, tanda-tanda kampung wisata dolanan anak sudah mulai terlihat. Banyak petunjuk jalan yang akan mengantarkan para wisatawan untuk menuju sanggar sekaligus tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang memberikan pelajaran dolanan anak.

img_title Ingin Rasakan Permainan Tradisional, Kunjungi Desa Candimulyo Madiun

Tidak hanya itu, warga juga memproduksi dolanan anak atau permainan tradisional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wahyudi Anggora Hadi, tokoh masyarakat yang memelopori Dusun Pandes menjadi kampung wisata dolanan anak, mengatakan, keberadaan kampung itu tak lepas dari sejarah nenek moyang warga Pandes yang merupakan perajin dolanan anak atau permainan tradisional.

img_title Paling Seru, 10 Permainan Tradisional Indonesia Ini Wajib Kamu Coba

"Saya tanya kepada simbah-simbah, kenapa mereka bisa membuat dolanan anak, karena keahlian turun-temurun," kata Wahyudi ditemui di Balai Desa Panggungharjo, Kamis 2 Maret 2017.

Pada 1990-an seiring dengan mulai masuknya permainan dari China yang murah dan menarik, dolanan tradisional mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Perajin dolanan anak pun berkurang drastis di Dusun Pandes.

img_title Ini Manfaat Permainan Tradisional untuk Tumbuh Kembang Anak

"Atas dasar sejarah itu, saya bersama generasi muda mencoba menghidupkan kembali dolanan anak atau permainan tradisional yang kaya dengan makna tersebut," tuturnya.

Pada 1999, muncul komunitas Pojok Budaya yang secara resmi diluncurkan pada 2007, satu tahun usai gempa bumi 2006 yang meluluhlantakkan Bantul. Dalam kondisi bencana itu sangat mudah untuk membangkitkan masyarakat kembali melestarikan dolanan anak yang hampir punah. 

"Dolanan anak kala itu juga sebagai media trauma healing bagi anak-anak," kata Wahyudi yang juga kepala Desa Panggungharjo ini.

Sekar Mirah Satriani, penggiat kampung wisata dolanan anak Dusun Pandes lainnya mengatakan, meski komunitas Pojok Budaya resmi diluncurkan, mewujudkan kampung wisata dolanan anak tidaklah mudah. Karena perajin semakin sedikit dan anak-anak saat ini lebih suka main game di gadget mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tantangan memang berat. Namun, berkat CSR dari bank swasta terbentuk sanggar sekaligus PAUD, bisa sebagai media untuk pembelajaran bagi anak usia dini tentang dolanan anak yang hampir punah," ucap Sekar yang masih keponakan Wahyudi ini.

Mulai adanya PAUD dan wisata dengan minat khusus dolanan anak, menjadi harapan cerah bagi perajin dolanan anak yang mulai bergairah memproduksi dolanan anak seperti kitiran, payung, manukan, klunthungan, angkrek hingga wayang-wayangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut