- ANTARA FOTO/Embong Salampessy
Sementara itu, pendiri Komunitas Gudang Dolanan, Endi Aras menilai, memasyarakatkan kembali mainan tradisional, harus ada sosialisasi atau pengenalan kembali kepada anak Indonesia dan terutama orangtua.
Upaya ini agar orangtua dengan berbagai cara punya peran penting, minimal mengenalkan permainan tradisional yang pernah dimainkannya di masa kecil kepada anak. Selain itu, peran media dinilai akan sangat membantu, karena lebih besar dampaknya.Â
Kurangnya promosi, menurut Endi, juga menjadi pekerjaan rumah bersama. Bahkan, belum banyak media yang mendukung upaya pengenalan kembali dolanan bocah nusantara itu. Â
Endi pun sependapat bila permainan tradisional sangat perlu dimasukkan kurikulum sekolah. Saat ini, tidak ada atau sedikit pelajaran budi pekerti yang mengenalkan kembali permainan tradisional dalam kurikulum sekolah maupun ekstrakurikuler.Â
Termasuk pada kegiatan Pramuka, yang menurut Endi, banyak melibatkan antara permainan dan alam. Karena, banyak permainan tradisional yang terbuat dari alam.
Untuk membantu anak mengenal kembali permainan tradisional itu, psikolog anak dan keluarga, Anna, mengusulkan untuk membuat mainan atau permainan yang lebih menarik. Misalnya, ular tangga yang saat ini kreasinya cukup banyak.Â
Gelaran festival mainan tradisional pun bisa menjadi salah satu solusi. Ada satu waktu atau lokasi yang isinya permainan tradisional dan mengundang orang untuk datang.Â
"Di Bandung ada, itu juga bisa dibuat di semua kota di Indonesia. Lokasi yang khusus memainkan mainan  tradisional. Di Jakarta bisa gunakan RPTRA (ruang publik terpadu ramah anak)," ujarnya.
Orangtua, dia melanjutkan, selanjutnya bisa menceritakan betapa menyenangkan permainan tradisional itu. Upaya itu diharapkan menjadikan anak penasaran untuk mencoba.
Selanjutnya, museum dan kampung dolanan
Museum dan Kampung Dolanan
Mulai terlupakannya permainan tradisional di perkotaan, diharapkan tidak merembet ke daerah, yang notabene merupakan asal dolanan bocah itu. Meski di perkotaan, tak jarang juga ditemukan sejumlah permainan khas kota itu.
Di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya misalnya. Warga masih cukup antusias untuk melestarikan permainan tradisional. Aktivitas mereka pun beragam, meski kadang tak berjalan mulus.Â
Sebut saja Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga yang berlokasi di Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sri Wedani No 1 Kota Yogyakarta.