SOROT 440

Tergusur di Tengah Jalan

Salah satu bentuk mobil pedesaan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Shintaloka Pradita Sicca

Kendaraan rakitan warga desa ini dinilai tak memenuhi standar kelayakan jalan. I Gusti berujar, populasi gerandong terbilang lumayan besar. 

img_title Modifikasi yang Satu Ini Bukan Cuma Gaya, tapi Ada Manfaatnya

Data Kemenperin, ada 20 ribuan gerandong di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pemerintah pun tak ingin diam dengan maraknya gerandong, meski kendaraan itu membantu mobilitas desa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Kemenperin telah memperoleh purwarupa mobil pedesaan itu hasil dari sayembara. Purwarupa mobil desa itu akan dipamerkan ke publik memperingati HUT ke-71 RI. Kemenperin memastikan sebagai pihak yang memegang lisensi untuk produksi mobil pedesaan itu.

img_title Wah, Ada Bayi Namanya Mirip Mobil Pedesaan

Konsep kendaraan pedesaan ini adalah gabungan antara kendaraan dengan peralatan kerja masyarakat di pedesaan yang berbasis pertanian, perkebunan hingga perikanan. 

"Jadi, kendaraan itu harus siap dikombinasikan, misalnya dengan penggilingan padi, terus mungkin juga penggilingan kopi, atau untuk mengangkut alat memproses sampah menjadi pupuk misalnya," ujar I Gusti. 
 
Mengingat untuk aktivitas warga desa, mobil ini akan mempunyai karakteristik khusus yang sederhana. Di antaranya mesin diesel di bawah 1000 cc, kecepatan maksimalnya kurang dari 50 kilometer per jam, dan harganya dipatok kurang dari Rp60 juta. 

img_title Kendaraan Pak Tani Ikut Kontes Modifikasi

Untuk tahap produksi, I Gusti mengatakan, pembicaraan belum sampai sejauh itu. Tapi, Kemenperin sudah menyurati Gaikindo untuk ikut berpartisipasi dan menyukseskan program mobil pedesaan tersebut. 

Kemenperin menggandeng Gaikindo, sebab anggota asosiasi itu sudah sukses dengan program Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau beberapa tahun lalu. 

I Gusti mengatakan, dalam konteks mobil pedesaan ini, Gaikindo memang bukan diposisikan untuk mencari untung. Sebab, setengah pendanaan program ini bersifat amal atau charity dari Gaikindo.
 
"Jadi, misalnya mereka yang sudah ikut di program KBH2 dan berhasil, ya kita minta kontribusinya lah membantu program ini. Bukan untuk cari untung, tapi membantu masyarakat di pedesaan," kata dia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menegaskan, program mobil pedesaan ini tak akan 'kisruh' seperti mobil murah beberapa tahun lalu. Menurut I Gusti, mobil pedesaan lain hal dengan LCGC, beda konsep, sasaran, dan orientasinya. 

LCGC merupakan kendaraan penumpang yang dikerjakan oleh ATPM. Sementara itu, mobil pedesaan bisa dimodifikasi untuk aktivitas warga desa. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut