- VIVA.co.id/Shintaloka Pradita Sicca
Mobil desa ini juga punya kemandirian tinggi, dalam artian kandungan lokalnya besar, porsinya dan komponennya dipastikan dari industri dalam negeri.Â
I Gusti mengatakan, pemerintah tak ingin mengulang polemik mobil murah beberapa tahun lalu. Untuk itu, tantangan untuk merealisasikan program mobil pedesaan ini adalah keterlibatan sebanyak mungkin partisipan.Â
Banyaknya pihak yang terlibat, menurut dia, akan bermanfaat untuk pengembangan mobil pedesaan ke depan. Paling tidak, partisipan bisa memberikan masukan, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah atau tempat.Â
Misi merangkul mitra untuk produksi mobil pedesaan diakui memang tidak mudah dan sederhana. Sebab, program ini orientasinya bukan keuntungan besar. Untuk itu, Kemenperin akan terus berusaha mendekati mitra yang ada.Â
"Mengumpulkan peminat untuk memproduksi ini kan juga tidak sederhana, karena semua kan pasti akan melihat dari sisi bisnisnya, ini untungnya buat saya apa? Mereka selalu melihatnya seperti itu," katanya. (art)Â