- ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Sama seperti low MPV, mobil LCGC pada tahun keduanya juga berhasil menembus angka 100 ribu unit. Saat ini, angka penjualan keduanya tidak terpaut jauh.
MPV telah sukses sebagai model terlaris. Hanya saja ada beberapa pihak yang tidak yakin MPV akan terus berjaya. Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus, mengatakan, tren mobil tujuh penumpang akan mulai pudar pada 2025. Sebab, pemilik mobil yang lahir tahun 1980-1990 memiliki pandangan yang berbeda terhadap mobil keluarga.
"Kalau orang dulu menilai, mobil harus bisa membawa keluarga besar, hingga kakek-nenek, generasi saat ini hanya memikirkan keluarga inti," kata Yannes.
Pendapat senada juga dilontarkan Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara Kumara. Menurutnya, segmen MPV lambat laun akan mulai tergerus."Sekarang saja contohnya, mobil LCGC datang, MPV mulai terseok-seok," ujar dia.
Namun, hal tersebut dibantah oleh Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto. Menurutnya, meski di dunia sedang muncul tren mobil SUV, namun hal itu tidak akan terjadi di Indonesia.
"Karena, pasar MPV itu sangat kuat di Indonesia, dia tipe transportasi yang cocok," katanya beberapa waktu lalu.
Marketing and Customer Relation Division Head Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso juga mengatakan, MPV tetap jadi pilihan keluarga Indonesia. Hal itu berdasarkan sejarah di dunia otomotif nasional.
"Sudah banyak mobil jenis sedan atau SUV yang coba diposisikan sebagai mobil keluarga. Namun, pilihan terbanyak tetap MPV," katanya.
Selanjutnya, Cerita pilu
Cerita pilu
Seperti bisnis lain pada umumnya, industri otomotif juga tidak lepas dari persaingan yang sangat ketat. Tapi pabrikan tetap berlomba-lomba meluncurkan mobil MPV terbaru.
Jika beberapa tahun lalu hanya ada beberapa merek mobil yang menyediakan MPV, maka saat ini hampir semua merek ada. Bahkan, merek-merek mewah juga turut serta meramaikan.
Meski demikian, tidak semua sukses memikat hati masyarakat. Beberapa tipe mengalami penjualan yang kurang memuaskan. Ada pula yang harus dihentikan penjualannya, karena dianggap tidak menguntungkan.
Saat ini, penjualan mobil keluarga terbanyak masih dipegang oleh Toyota, dengan produk Avanza. Meski harganya kini menembus Rp200 juta, tampaknya bukan jadi halangan bagi konsumen.