Sumber :
- VIVA.co.id/Purna Karyanto
"Dengan teknologi industri rekayasa mesin untuk mainan kayu, tentu akan menambah nilai jual. Sebab, sejak 30 tahun terakhir, mainan buatan anak bangsa kalah dengan mainan impor dari China," tuturnya.
Selain itu, agar lebih kompetitif, mainan tradisional, lanjut Danang, harus memiliki strategi dalam kapasitas produksi. Terlebih bahan baku mainan tradisional berbeda dengan mainan impor.
Kemudian, selain kapasitas produksi, tentunya adalah peningkatan permodalan, sebab masalah ini menjadi hal klasik dalam pengembangan industri di Indonesia. "Minimal tidak perlu uang, tapi bantu bahan baku saja," ujarnya. (art)
VIDEO: Lupakan Fidget Spinner, Mainan Anyar Ini Bisa Berputar 27 Jam
LIMBO telah memecahkan rekor dunia.
VIVA.co.id
26 Juli 2018