Sorot 467

Lincahnya Mobil Keluarga Indonesia

Toyota kijang dari generasi ke generasi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto

Hal itu tertuang dalam buku “Sejarah Mobil dan Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini” karya pengamat otomotif James Luhulima. Dalam buku tersebut, ia menceritakan bagaimana dulu mobil Jepang mendapat citra yang buruk.

img_title Ada yang Aneh saat 3 Mobil Kijang Innova Tabrakan Beruntun

“Mereka menyebut bodi mobil Jepang yang tipis itu terbuat dari blek atau kaleng kerupuk yang menggunakan seng sebagai bahan dasar,” kata James dalam bukunya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Muat 7 Penumpang, Mobil Baru Ini Lebih Luas dari Toyota Avanza

Kunci Sukses

Masuk ke era 1980-an, mobil merek Jepang mulai menunjukkan tajinya. Para pabrikan mobil asal Negeri Matahari Terbit itu beramai-ramai membuka pabrik di Indonesia.

img_title Mengejutkan, Gara-gara Ini Toyota Alphard Tidak Dijual Diler

Mobil-mobil seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Hijet laris manis untuk dijadikan sebagai angkutan umum maupun kendaraan pribadi.

Suzuki Carry ST10 resmi diproduksi di Indonesia oleh PT Indomobil pada 1982. Lalu pada 1991, Suzuki kembali menghadirkan Carry Futura yang legendaris.

Meski desainnya tidak berhidung alias mesin berada di bawah jok depan, namun Carry Futura banyak dipilih sebagai mobil keluarga, karena biaya perawatannya yang cukup murah dan mampu menampung banyak penumpang.

Sementara itu, Toyota mulai mengubah fokus mobil Kijang dari kendaraan niaga menjadi kendaraan keluarga saat meluncurkan Kijang Super pada 1986.

Mobil ini mengusung beberapa teknologi yang kala itu terbilang canggih, seperti full pressed body yang dapat mengurangi 2-5 kilogram dempul. Bahkan pada 1992, Kijang Grand Extra hadir dengan bodi bebas dempul.

Di waktu yang tidak jauh berbeda, Isuzu juga meluncurkan mobil keluarga andalan mereka, Panther. Ciri khas mobil ini ada pada mesinnya yang memakai bahan bakar solar.

Panther sempat menjadi salah satu idola kala itu, karena konsumsi bahan bakarnya yang super irit. Dari acara Laga Pantura 1 dan 2 yang digelar, rata-rata konsumsi bahan bakar mobil ini mencapai 31-33 kilometer tiap liternya.

Setidaknya ada dua kunci sukses mobil merek Jepang di Indonesia. Yang pertama adalah dari sisi harga. Di awal 1960-an saja, ketika jip Willys buatan Amerika dijual dengan harga Rp350 ribu, Jepang menawarkan Toyota Land Cruiser dengan harga hanya Rp112 ribu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

sorot mobil kel - Toyota Land Cruiser VX 100.

Bentuk dari mobil Toyota Land Cruiser seri VX 100.(Dok. Toyota Astra Motor (TAM))

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut