- VIVA.co.id/Purna Karyanto
Mobil-mobil yang masuk dalam kategori ini adalah Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Suzuki APV. Total penjualan low MPV pada 2004 yakni hampir 75 ribu unit.
Sementara itu, model MPV yang terjual totalnya mencapai 76 ribuan unit. Angkanya bisa cukup tinggi, karena Toyota memiliki dua andalan di kategori ini, Kijang dan Kijang Innova. Di tahun berikutnya, Kijang resmi disetop penjualannya dan nama Kijang dipakai pada tipe Innova.
Puncak kejayaan mobil MPV di Tanah Air terjadi pada 2012, dengan total penjualan sebanyak 132 ribu unit. Tapi, angka itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penjualan low MPV.
![]()
Mobil MPV saat dipamerkan di ajang IIMS tahun 2012. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)
Hadirnya Suzuki Ertiga, Nissan Evalia dan Daihatsu Luxio di 2013 sukses mencetak rekor baru dalam penjualan low MPV di Indonesia, yakni sebanyak 379 ribu unit. Rekor yang belum terpecahkan hingga saat ini.
Pada 2014, pasar mobil keluarga sempat terbagi dengan kehadiran mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC). Ada penurunan sekitar 100 ribu unit pada low MPV, dan hal itu tetap bertahan hingga saat ini.
Beberapa pihak sempat menyatakan bahwa tren mobil MPV di Indonesia tidak abadi. Akan ada masa di mana mobil keluarga digantikan dengan model lain yang jauh lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan di masa depan.
Meski demikian, beberapa produsen mobil termasuk Toyota yakin bahwa mobil keluarga adalah ciri khas Indonesia, dan akan terus diminati oleh konsumen.
“MPV itu sekitar 44 persen pangsa pasarnya. Tahun lalu sempat turun jadi 36 persen, namun saat ini sudah kembali ke 44 persen. Angka ini bisa saja bertambah dengan adanya pilihan baru,” tutur Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto. (ren)