- VIVA.co.id/Purna Karyanto
Faktor kedua yang membuat mobil Jepang, khususnya model serbaguna atau multi purpose vehicle (MPV), yakni dirancang untuk memenuhi kebutuhan orang Indonesia.
"Jepang kalau bicara risetnya jago, detail. Orang Indonesia sukanya apa, disesuaikan selera dan kebutuhan. Awalnya produk Jepang belum dipercaya karena rewel, tapi lama-lama mereka membuat perubahan," ungkap pengamat otomotif, Bebin Djuana.
Selain itu, menurut dia, produk Jepang maju dengan terobosan-terobosan. "Karena sudah sekian tahun itu, jaringan suku cadang ada di mana-mana, layanan servis di Indonesia jadi banyak. Jadi semakin unggul," katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus. Menurutnya, kunci sukses Toyota adalah saat mereka membuat inovasi desain yang tepat pada waktu yang tepat pula.
“Usai krisis moneter parah melanda Indonesia, pasar membutuhkan produk baru dengan tambahan harga yang murah atau terjangkau. Datanglah duet Avanza-Xenia. Lengkap dengan desain keren dan daya tampung banyak,” tutur Yannes kepada VIVA.co.id.
Mobilnya Orang Indonesia
Indonesia adalah negara yang unik. Saat pasar otomotif di negara lain didominasi kendaraan jenis sedan atau sport utility vehicle (SUV), mobil yang paling laris di Tanah Air justru MPV.
Hal ini tidak terlepas dari budaya orang Indonesia yang gemar melakukan perjalanan beramai-ramai. Selain menghemat biaya bahan bakar, menggunakan mobil MPV juga memungkinkan mereka untuk terus menjalin keakraban.
Jika dilihat dari data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, penjualan mobil keluarga atau MPV mengungguli model lainnya sejak 2001 silam.
Pada tahun tersebut, total MPV yang terjual yakni sebanyak 89 ribuan unit. Jumlah tersebut terdiri dari Toyota Kijang 56 ribuan unit, Isuzu Panther 21 ribuan unit, Mitsubishi Kuda 6 ribuan unit, dan beberapa model lainnya.
Angka tersebut jauh lebih tinggi ketimbang penjualan mobil model sedan, yang terbagi dalam beberapa tipe. Total penjualan sedan pada 2001 adalah sebanyak kurang lebih 35 ribuan unit.
Meski kemudian mobil MPV mengalami penurunan penjualan, namun pada 2004 angkanya kembali meroket. Tapi, kali ini jumlah mobil keluarga bertambah banyak dengan hadirnya kategori baru, yakni low MPV.