SOROT 473

Menembus Jantung Borneo

Dua awak pesawat Heli Bell 412 memantau hutan dan lahan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

VIVA – “Selamat datang di jantung Borneo. Tak banyak orang yang bisa sampai di sini. Teman-teman beruntung karena bisa menjangkau wilayah yang sangat jarang didatangi orang”.

img_title Kejagung Usut Dugaan Korupsi Izin Tambang di Konawe Utara

Salam selamat datang itu disampaikan oleh Mustarrudin, staf Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS). Mustarrudin adalah staf yang biasa mengawal siapa saja yang ingin masuk hingga ke tengah hutan tropis Betung Kerihun, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan menuju jantung hutan tropis itu memang tak mudah dan wajib didampingi petugas dari pengelola TNBKDS. Jalur tempuh yang direkomendasikan hanya lewat sungai, sebab jika dilakukan lewat darat bisa memakan waktu berhari-hari.  

img_title Menteri LH Ungkap 1,2 Juta Hektare Hutan Lindung di Jabar Hilang, Sangat Rentan Bencana!

Sorot taman nasional berung kerihun - danau sentarum - hutan kalimantan

Pemandangan saat perjalanan menuju hutan tropis Betung Kerihun di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (VIVA/Endah Lismartini)

img_title Menteri Lingkungan Hidup Sebut Jawa Barat Rawan Bencana, Kawasan Lindung Tinggal 400.000 Hektar

Tapi, persembahan alam selama menyusuri sungai dengan sampan bermesin 40 PK yang memakan waktu nyaris tiga jam itu luar biasa. Keindahan alam membuat terperangah dan bibir tak henti berdecak kagum.

Di beberapa area, masih terlihat pohon-pohon dengan diameter lebih dari satu meter. Aneka satwa liar, mulai dari monyet, burung enggang, burung elang, berang berang, hingga ular melintas. [Lihat juga Infografik: Data dan Fakta Kerusakan Hutan Indonesia]

Tapi, rasa takut terbayar lunas ketika mata dimanjakan dengan air yang jernih dan warna hijau dedaunan. Udara yang masih bersih dan segar sangat ampuh untuk menghilangkan kepenatan.  

Taman Nasional Betung Kerihun memang masih perawan. Tak banyak wisatawan yang sengaja datang ke sana untuk berkunjung. “Selama ini kebanyakan yang datang hanya peneliti, LSM, atau pelajar dan mahasiswa yang minat pada wisata alam liar,” ujar Mustarrudin. [Baca juga: Kebijakan Setengah Hati] 

Menyadari potensi wisata yang kuat dengan mengandalkan alam liar membuat pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, pengelola dua area taman nasional, ingin membuka hutan tersebut untuk kunjungan bebas. 

Selanjutnya, Kawasan Konservasi Terluas di Kalimantan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kawasan Konservasi Terluas di Kalimantan

Hutan Betung Kerihun adalah kawasan konservasi yang berada di bawah naungan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. Dikutip dari laman WWF, Kawasan Betung Kerihun disahkan sebagai cagar alam pada 11 Februari 1992 melalui keputusan menteri perhutanan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut