SOROT 474

Kembali ke Indonesia Raya Tiga Stanza

Pemain musik bersiap mengiringi paduan suara sebelum proses perekaman ulang lagu Indonesia Raya di Lokananta, Solo, Jawa Tengah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

VIVA – Batavia, 28 Oktober 1928. Hening. Tak ada suara lain selain lantunan musik indah nan syahdu. Meski hanya melodi, tanpa sebait lirik pun, lantunan nada-nada yang mengalir dari gesekan biola pemuda 25 tahun itu membuat bulu kuduk seluruh anak muda yang hadir berdiri. Tak sedikit pula yang menitikkan air mata.

img_title Sejarah Lagu Indonesia Raya: Penuh Doa dan Dibuat 3 Stanza

Seperti itulah yang dirasakan para peserta Kongres Pemuda Kedua saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan untuk pertama kalinya di Gedung Indonesische Clubgebouw (sekarang Museum Sumpah Pemuda) di Jalan Kramat Raya 106.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kala itu yang diperdengarkan hanya alunan musiknya saja, lewat gesekan senar biola yang dimainkan langsung oleh sang pencipta lagu, Wage Rudolf Soepratman atau yang dikenal dengan W.R Soepratman.

img_title Kacau, Lagu Indonesia Raya Dipotong saat Timnas Basket Berlaga

Sebenarnya Wage telah menciptakan lagu Indonesia Raya pada tahun 1924 di Bandung, saat usianya masih 21 tahun. Penulis sekaligus jurnalis itu merasa tergelitik setelah membaca suatu kolom di sebuah majalah yang isinya menantang ahli-ahli musik Indonesia menciptakan lagu kebangsaan.

Diorama WR Supratman mainkan Indonesia Raya saat Sumpah Pemuda

img_title 10 Lagu Kemerdekaan yang Bisa Meningkatkan Jiwa Nasionalisme

Diorama WR Supratman saat memainkan lagu Indonesia Raya. (ANTARA FOTO/ Puspa Perwitasari)

Meski harus menunggu empat tahun untuk memperdengarkan lagu ciptaannya, semua terbayar dengan efeknya yang luar biasa. Lagu ciptaannya telah berhasil memantik semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Hanya sekali diperdengarkan, namun melodinya begitu terpatri di ingatan para pemuda yang hadir. Nada-nadanya pun disiulkan orang di mana-mana.

"28 Oktober 1928 diterima dengan antusiasme luar biasa. Setelah penutupan kongres itu, bahkan sampai sekarang, pada pertemuan para pribumi masih terdengar siulan melodi lagu ini, khususnya di kalangan pramuka.” Demikian tertulis dalam catatan laporan seorang perwira intelejen kolonial pada Desember 1928 mengenai Kongres Pemuda Kedua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lirik Indonesia Raya sendiri pertama muncul pada 10 November 1928, barulah kemudian syair lagu Indonesia Raya dimuat di Koran Simpo. [Baca juga: Senandung Bait Perjuangan]

Sayang, banyak yang tak tahu bahwa ketika Wage menciptakan lagu Indonesia Raya, yang tercipta bukanlah lagu kebangsaan yang kita kenal selama ini. Apa yang kemudian dinyanyikan warga negara Indonesia di seluruh penjuru Nusantara setiap upacara bendera saat ini, dan selama puluhan tahun belakangan hanyalah sebagian, atau sepertiga dari lagu Indonesia Raya yang sebenarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut