SOROT 484

Pilkada Rasa Keluarga

Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin (kir)-Giri Ramandha Kiemas (kanan) berpidato di hadapan para pendukungnya saat deklarasi di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang, Sumatera Selatan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

VIVA – Karolin Margret Natasa terus mengumbar senyum. Busana adat Dayak warna merah, membalut tubuhnya.

img_title Polemik Pilkada 2024: Diwarnai Calon Tunggal, Mantan Napi, hingga Politik Dinasti

Panas terik tak membuat wajah perempuan 35 tahun itu menjadi kecut. Saat itu, jarum jam menunjukkan angka satu lebih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Siang itu, Rabu 10 Januari 2018, Karolin menyambangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat untuk pendaftaran calon gubernur. Dia ditemani Suryadman Gidot, pasangannya yang diplot sebagai calon wakil gubernur.

img_title Survei LPI di Cagub Kaltim: 50,3% Masyarakat Menolak Memilih Dinasti Politik

Suasana yang sebelumnya biasa saja, sontak berubah menjadi heboh. Sosok Karolin dengan penampilan ikat kepala khas Dayak serta kalung hiasan manik-manik jadi pusat perhatian. 

Momen kedatangan bupati Landak tersebut membuat puluhan wartawan foto berebut mengabadikan sosoknya. Kerumunan massa pendukung menambah riweh sebelum Karolin masuk ke dalam kantor KPU Kalbar.

img_title Menurut Penelitian, Wilayah yang Dikuasai Dinasti Politik Identik dengan Kemiskinan

Keberadaan tim dari partai politik pendukung juga ikut menambah keramaian suasana. Mereka ikut mengantar Karolin-Gidot yang beberapa jam sebelumnya memantapkan deklarasi di Rumah Radakng Pontianak.

Sorot Pilkada 2018 - Kalbar Karolin Margret Natasa Suryadman Gidot

Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Karolin Margret Natasa (kiri) dan Suryadman Gidot berjabat tangan saat pengumuman cagub-cawagub yang diusung PDIP di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Menilik nama Karolin memang menarik perhatian. Di pilkada serentak 2017, kader PDIP yang juga dokter ini pernah mencatatkan kemenangan spektakuler. 

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu menyisihkan lawannya dengan memperoleh suara 96,62 persen di pilkada Kabupaten Landak.

Prestasi tersebut yang membuat PDIP kepincut mengusung Karolin. Meski alasan lain karena figur Karolin punya elektabilitas kuat, ia tak bisa dipisahkan dari ayahnya, Cornelis. 

Latar belakang ini diakui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pengusungan Karolin-Gidot, pada Minggu, 7 Januari 2018. Ketika itu, Mega tak sungkan memuji Karolin sebagai kader partai yang pantas diusung.

Baca juga: Pilkada Kotak Kosong, Salah Siapa?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karier Cornelis dan Karolin sama, pernah merintis sebagai bupati Landak. Bedanya, Cornelis sudah merasakan posisi gubernur Kalbar selama dua periode. Tapi, sekitar dua pekan lalu masa jabatan Cornelis sebagai gubernur Kalbar sudah berakhir.

Faktor itu yang menyebabkan majunya Karolin ke Pilkada Kalbar menyedot perhatian. Isu politik mencuat. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut