Kasus Pembakaran Bendera di Garut By Design
- VIVA/Dhana Kencana
Seperti apa provokasinya?
Ada yang berteriak-teriak dari belakang, ayo bakar... bakar....
![]()
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas
Anda yakin pembakaran itu dilakukan karena ada yang memprovokasi?
Karena saya komunikasi dengan komandan Banser di Kecamatan Limbangan. Komandan Banser di sana sudah menahan agar itu jangan dibakar. Tapi ada yang mendorong di belakang, bakar... bakar... bakar....
Siapa yang menyuruh membakar?
Ketika saya tanya kepada Komandan Satkorcabnya, dia tidak tahu siapa yang menyuruh. Dan saya tanya, siapa yang memvideokan itu? Juga tidak tahu.
Artinya ada kejanggalan?
Iya dan kejanggalan yang lain. Orang yang mengibarkan itu kan sempat diamankan. Tapi di tengah kerumunan, orang itu tiba-tiba enggak ada aja, hilang. Kabur gitu aja. Padahal di situ kan banyak sekali Banser. Kejanggalan-kejanggalan ini membuat kami curiga. Kami menduga ini terjadi terstruktur, sistematis dan masif.
Maksudnya?
Kami menduga ini memang didesain secara sengaja untuk memprovokasi NU di peringatan hari santri. Dan kecurigaan kami semakin menguat ketika kami menemukan, ternyata ini tidak terjadi di Garut saja. Kita temukan di Bandung Barat, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, lalu di Cianjur, kemudian di Indramayu, lalu di Karawang, Ciamis. Kemudian ada di Jogja, Semarang, lalu ada di Kalsel. Barusan tadi saya juga dapat laporan hal yang sama juga terjadi di Banyuwangi. Nah, enggak mungkin juga mereka melakukan semasif ini dengan momentum yang sama, kalau tidak terencana dengan matang.
Apakah pola di daerah-daerah itu sama?
Iya. Mereka tiba-tiba mengibarkan bendera HTI di tengah-tengah kerumunan massa. Polanya sama.
Kalau di tempat lain apakah terjadi insiden pembakaran juga?
Di tempat lain tidak terjadi insiden pembakaran seperti di Garut. Jadi teman-teman Banser ini patuh dengan Protap yang kita sudah sampaikan jauh-jauh hari sebenarnya. Bahwa kalau menemukan atribut atau bendera HTI diamankan saja bersama aparat dan itu dilakukan. Di Bandung Barat misalnya, itu yang amanin Banser, polisi, dan TNI. Di tempat lain juga sama, diamankan bersama polisi. Kita hanya bobol di Garut. Itu yang kemudian menjadi amunisi oleh kelompok-kelompok Islam ini seperti yang kita ketahui sekarang.