Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Quomas

Kasus Pembakaran Bendera di Garut By Design

Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas
Sumber :
  • VIVA/Dhana Kencana

Bertanya bagaimana?

img_title Pemuda di Garut Rekayasa Jadi Korban Begal, Ternyata karena Pakai Uang Perusahaan Rp 2,1 Juta

Kita pertanyakan dua hal. Pertama maaf kepada siapa? Karena permintaan maaf itu address-nya harus jelas, tidak bisa maaf itu disampaikan tidak jelas. Kedua, minta maaf atas apa? Kan itu juga harus jelas semua. Nah kalau kemudian kita diminta untuk minta maaf kepada umat Islam, loh apakah kami ini bukan umat Islam juga? Kami ini Islam, kami muslim. Jadi kalau kami dipaksa untuk meminta maaf pada diri kami sendiri kan jadi aneh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian atas dasar apa? Kalau atas dasar membakar bendera itu, loh kami ini meyakini bahwa itu adalah bendera HTI, organisasi yang dilarang di bangsa ini. Jadi ngapain kami harus meminta maaf kepada HTI yang jelas-jelas selama ini mengganggu eksistensi kedaulatan NKRI. Jadi saya kira harus diperjelas dulu minta maaf kepada siapa address-nya.

img_title KPK Hadirkan Eks Menpora Dito Ariotedjo di Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji Besok

Tapi kasus itu telah membuat gaduh?

Iya. Makanya kemudian untuk jalan tengah, kita sadar atas kegaduhan, kebisingan yang terjadi karena adanya kasus ini. Oleh karena itu kami meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, yang di dalamnya ada umat Islam tentu atas kegaduhan yang terjadi. Karena salah satu penyebabnya karena kader kami dengan spontan membakar bendera HTI itu.

img_title Muhadjir Effendy Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji

Artinya, Ansor meminta maaf karena telah membuat kegaduhan, bukan karena membakar bendera?

Iya.

Aksi unjuk rasa mengutuk keras pembakaran bendera tauhid oleh anggota Banser beberapa waktu lalu.

Aksi unjuk rasa mengecam pembakaran bendera di Garut

Tadi Anda sempat menyampaikan bahwa ini by design. Kira-kira siapa di balik kasus ini?

Ya, tentu mereka yang tidak menginginkan Indonesia ini baik, damai, aman dan rukun. Saya terus terang belum berani mengatakan siapa di balik ini semua, karena apa yang kami dapatkan ini masih indikasi dan masih butuh beberapa waktu untuk menguji kebenaran data awal yang kami miliki.

Artinya sejauh ini siapa dalang di balik kasus ini masih belum jelas?

Iya, kita masih terus melakukan investigasi internal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apakah Anda tidak curiga ini merupakan serangan balik HTI?

Ya, kalau itu dugaan pertama kita. Mereka mencari celah biar bisa kick back kita. Itu dugaan pertama. Tapi seperti yang saya jelaskan tadi, kita menemukan indikasi yang tidak hanya mengarah kepada HTI. Jadi keanehan-keanehan ini menurut saya tidak mungkin bisa dilakukan dengan orang-orang sekelas kader-kader HTI. Butuh kemampuan yang tinggi untuk melakukan peta konflik seperti ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut