Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Quomas

Kasus Pembakaran Bendera di Garut By Design

Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas
Sumber :
  • VIVA/Dhana Kencana

Kedua, kalau mereka tidak bisa menemukan pasal yang tepat untuk mempolisikan saya, sampai pada tingkat aparat Kepolisian itu tidak bisa memproses saya, ini artinya ada unsur pencemaran nama baik terhadap saya, bisa dong kemudian saya kick balik. Makanya saya tunggu sambil ngopi. Kita lihat saja langkahnya sampai mana. 

img_title Pemuda di Garut Rekayasa Jadi Korban Begal, Ternyata karena Pakai Uang Perusahaan Rp 2,1 Juta

Apakah kasus Garut ini tidak akan menjadi bola liar?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saya sudah minta kepada semua jajaran dari tingkat pusat sampai daerah. Kita tidak perlu mengeluarkan statement-statement yang kontraproduktif. Saya sudah perintahkan kepada semuanya. Kedua, saya juga sudah perintahkan, jangan sekali-kali terprovokasi apalagi memprovokasi. Karena pengabdian tertinggi Ansor dan Banser itu adalah pengabdian kepada masyarakat. Kita tidak ingin masyarakat terganggu karena perilaku atau ulah kita.

img_title KPK Hadirkan Eks Menpora Dito Ariotedjo di Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji Besok

Selain itu?

Guna menjaga agar kasus ini tidak dipolitisir, saya sudah minta kepada teman-teman daerah untuk bersilaturahmi ke ormas-ormas Islam di daerah. Dan kita yang di pimpinan pusat juga akan melakukan hal yang sama. Dalam waktu dekat kita akan silaturahim ke organisasi-organisasi masyarakat Islam untuk menjelaskan duduk persoalan dan apa yang menjadi keyakinan kami. Kami berharap dengan cara seperti ini bola salju ini bisa diredam, dan kegaduhan juga bisa diminimalisir. Kita kembali dalam kehidupan seperti sedia kala.

img_title Muhadjir Effendy Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji

Konferensi pers Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pembakaran bendera berlafal tauhid oleh Banser

Konferensi pers MUI terkait pembakaran bendera berlafadz tauhid di Garut

Mungkinkah kasus ini akan dipakai untuk menyerang Jokowi dan KH.Ma'ruf Amin, mengingat Ansor atau NU dekat dengan pasangan calon nomor urut 01 ini?

Ya kalau bicara kemungkinan, semua serba mungkin. Apalagi di tahun politik sekarang ini kan. Sejarah politik kita punya beberapa catatan-catatan bagaimana kegaduhan-kegaduhan seperti ini bisa menaikkan elektoral, yang terakhir itu kasus Ahok ketika Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Ini bisa saja terjadi. Tapi tentu kita tidak berharap bisa dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan politik seperti itu.

Tapi kemungkinan itu ada?

Saya yakin kemungkinan itu selalu ada. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apakah ada semacam indikasi kalau ada yang mendompleng isu ini?

Saya kira upaya yang paling mudah untuk menyerang incumbent itu adalah menciptakan instabilitas. Ketika suatu wilayah  di mana incumbent-nya terdapat instabilitas, maka siapa yang akan diuntungkan dari situasi itu? Pasti penantangnya, bukan incumbent-nya. Incumbent akan dituduh tidak bisa menciptakan stabilitas, tidak bisa membuat rasa nyaman, rasa aman terhadap rakyatnya. Kira-kira kan begitu. Kemungkinan itu pasti ada. Instabilitas diciptakan agar merugikan incumbent karena tidak mampu memberikan rasa aman.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut