Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Quomas

Kasus Pembakaran Bendera di Garut By Design

Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas
Sumber :
  • VIVA/Dhana Kencana

Tapi HTI keukeuh menyatakan yang dibakar itu bukan bendera mereka?

img_title Kubu Yaqut Bongkar Kejanggalan Dakwaan Rp622 Miliar, Pertanyakan Asal Kerugian Negara

Dari awal mereka memang tidak beritikad baik. Dalam bahasa saya mereka berusaha memanipulasi kesadaran publik. Kita lihat statement Ismail Yusanto di Twitter. Dia bilang itu bukan bendera HTI, HTI tidak punya bendera. Ini kan seperti mau menggiring umat Islam untuk marah, bahwa yang dibakar itu bukan bendera HTI, tapi bendera tauhid milik umat Islam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Anda kenapa respons masyarakat sangat cepat?

img_title Yaqut Usai Didakwa Terima Rp4,8 Miliar: Saya Tidak Pernah Terima Satu Rupiah Pun

Nah itu yang saya juga cari tahu. Kita menemukan beberapa indikasi yang kita anggap agak aneh dan sepertinya ini sudah dipersiapkan dengan matang sebelumnya. 

Aneh gimana?

img_title Eks Menag Yaqut Didakwa Perkaya Diri Rp 4,83 Miliar pada Kasus Korupsi Kuota Haji

Misalnya, kita menemukan puluhan video di YouTube yang merespons kejadian di Garut itu dan itu beberapa saat setelah kejadian itu terjadi. Jadi waktu itu sekitar jam 15.00 kejadian, nah jam 18.00 itu sudah banyak beredar video, bahkan puluhan video. Dengan grafik atau kualitas gambar yang bagus. Jadi bukan seperti video kita bikin vlog, tapi ini dengan kualitas gambar yang sangat bagus. 

Artinya?

Ini seperti sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dugaan kita seperti itu. Tapi tentu kita tidak mau berspekulasi. Kita serahkan semua ini kepada aparat Kepolisian untuk menyelidiki lebih jauh kasus ini. Ada apa sebenarnya di balik kasus ini. Aparat harus membongkar itu semua. Karena indikasi-indikasi bahwa ini dilakukan secara sistematis sudah terlihat sangat jelas.

Ansor dan polisi mengatakan itu bendera HTI. Tapi MUI menyatakan itu bendera tauhid? 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iya. Ini kan soal persepsi saja. Kita menghargai persepsi MUI yg menyatakan bahwa itu bendera tauhid. Muhammadiyah juga mengatakan seperti itu, itu silakan saja. Tapi kita juga berharap bahwa apa yang menjadi persepsi itu juga berdasarkan dokumen dan data yang mendukung. 

Kami mempunyai keyakinan bahwa itu adalah bendera HTI dengan didukung oleh data dan fakta yang kami miliki. Jadi tolong ini juga dihargai. Jadi kita sama-sama menghargai apa yang kita yakini. Toh kita juga tidak memaksa MUI atau Muhammadiyah untuk percaya dengan apa yang kami yakini. Makanya ketika MUI dan Muhammadiyah meminta kami untuk meminta maaf, kami bertanya dulu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut