Jika Benar Jangan Pernah Takut!

DPR SAHKAN AMNESTI UNTUK BAIQ NURIL
DPR SAHKAN AMNESTI UNTUK BAIQ NURIL
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA –  Baiq Nuril Maknun tak mampu menahan tangisan. Sesaat setelah Sidang Paripurna DPRI RI secara aklamasi menyetujui permohonan amnesti yang diajukan oleh tim kuasa hukumnya, kedua telapak tangan Baiq Nuril menutup wajahnya. Bahunya nampak berguncang-guncang. Ia tak mampu menahan tangis bahagia. Harapannya untuk bebas dari tuntutan pidana penjara denda semakin menemui titik terang.

Nuril adalah korban pelecehan seksual dari mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, semasa Nuril bekerja sebagai guru honorer di sekolah tersebut.  M, Kepala Sekolah Nuril kerap mengajaknya berbincang hal hal berbau pornografi yang menurut Nuril tak pantas disampaikan oleh seorang kepala sekolah kepadanya. Pelecehan seksual itu terjadi berulang kali. 

Merasa tak tahan mendengar ocehan sang kepala sekolah yang terus disampaikan berulang-ulang, ia memutuskan merekam suara M, ketika M sedang melakukan aksinya. Saat itu M menelpon Nuril. Dari sekitar 20 menit percakapan, hanya lima menit M bicara masalah pekerjaan. Sisanya, M bercerita tentang pengalaman seksualnya dengan perempuan yang bukan istrinya. Perbincangan itu juga dibarengi ucapan M yang melecehkan Nuril secara seksual. Merekam percakapan tersebut dilakukan Nuril pada 2012. 

Perempuan berhijab itu menceritakan, rekaman hanya ia perdengarkan kepada rekannya, Imam Mudawin. Rekan pria ini yang memindahkan rekaman ke ponsel dan akhirnya membagikan rekaman tersebut. Setelah sekian tahun, tiba-tiba rekaman tersebut beredar luas. M akhirnya mendengar rekaman tersebut. Merasa tak terima ia mengadukan Nuril ke polisi. Sejak itu, Nuril yang harusnya menjadi korban pelecehan malah menjadi terpidana. 

Seperti apa perjalanan Nuril berhasil mendapat restu dari DPR RI, apa yang ia rasakan, dan pesan apa yang ingin ia sampaikan pada perempuan lain di Indonesia? Berikut petikan wawancara VIVAnews dengan Baiq Nuril, usai putusan Sidang Paripurna dibacakan pada Kamis, 26 Juli 2019. Berikut wawancaranya:

DPR RI secara aklamasi menyetujui permohonan amnesti Anda. Tanggapan Anda? 
Iya, Alhamdulillah yaa. Saya sangat bersyukur sekali, ternyata anggota DPR RI sangat mendukung saya dalam menghadapi ujian ini. Tadi juga Pak Bambang Soesatyo ketua DPR RI sudah menyampaikan kalau suratnya akan dikirim ke Presiden Joko Widodo. Saya tadi sempat berpikir, kalau bisa biar saya yang mengantar surat hasil sidang paripurna ini ke Pak Presiden Jokowi, itu pun kalau bisa. Karena saya tak sabar mendengar keputusan amnesti itu. Tapi mudah-mudahan keputusan itu bisa dikeluarkan oleh Pak Jokowi secepatnya.

Apa yang akan Anda lakukan setelah ini?
Tentu kita menunggu. Kalau setelah ini mau melakukan apa, saya belum memutuskan. Masih 50:50 persen. Di satu sisi saya kangen sama anak-anak, tapi selain itu saya juga ingin keputusan amnesti itu segera diputuskan oleh presiden.