KSAL: Tim Penyelam Kami Mulai Fokus Cari Black Box Sriwijaya Air SJ182

VIVA Militer: Tim penyelam TNI AL
Sumber :
  • Dispen Kormar

VIVA – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan, saat ini pasukan penyelam TNI AL yang terdiri dari Detaseman Jala Mangkara (Denjaka) Marinir, Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair) sudah mulai fokus pada pencarian dua black box milik pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh diantara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Menurut Kasal, titik pencarian black box kini sudah dipetakan dan mulai mengerucut dari yang awalnya ada enam titik lokasi atau area pencarian menjadi satu area seluas 140 meter x 100 meter di bawah laut.

"Maka pencarian akan dipusatkan di titik itu. Kita sudah buat segitiga di situ, kemungkinan black box ada di situ," kata Laksamana TNI Yudo Margono dikutip VIVA Militer dari akun instagram resmi TNI Angkatan Laut, Selasa, 12 Januari 2021.

Meski posisi black box sudah terpetakan, orang nomor satu di Korps TNI Angkatan Laut yang berpengalaman memimpin pencarian korban dan puing pesawat Lion Air di perairan Kerawang beberapa tahun lalu itu menyatakan, proses pencarian tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, posisi di bawah laut dipenuhi lumpur yang membaur menjadi satu dengan puing-puing pecahan bodi pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Photo :
  • Dispen Kormar

"Tapi kan tidak semudah itu, dulu waktu saya pengalaman memimpin SAR Lion Air kan butuh waktu lama juga untuk itu karena masih banyak puing-puing di situ, apalagi ini baru dua hari dan puing-puing yang ditemukan masih sedikit, masih harus kita ambil terus karena di bawah masih banyak. Mudah-mudahan dengan pengambilan puing-puing itu black box bisa segera ditemukan. karena kemungkinan ada dibawah tumpukan puing," ujarnya.

Dengan demikian, Laksamana TNI Yudo Margono meminta kepada masyarakat untuk mendoakan seluruh tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian dan penyelamatan korban Sriwijaya Air SJ182 itu dapat segera mengangkat puing-puing pesawat dan menemukan black box yang menjadi kunci mengungkap penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Sebagaimana diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebelumnya mengatakan bahwa KRI Rigel 933 telah berhasil menangkap keberadaan atau posisi dua black box Sriwijaya Air 182 yang tenggelam bersama puing-puing pesawat yang mengangkut 50 orang penumpang dan 12 orang kru di sekitar perairan Kepulauan Seribu itu.

KSAD Dudung Dapat Gelar Kehormatan Luar Biasa dari Wali Nangroe Aceh

Panglima TNI meminta kepada seluruh personil TNI yang ikut terlibat dalam operasi pencarian dan penyelaman untuk selalu menjaga stamina tubuh dan mengutamakan keselamatan dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya ketika menyelam di bawah laut.

Baca juga: TNI AL Batalkan Latihan Militer di Natuna Demi Cari Korban Sriwijaya

Wakasad Letjen TNI Agus Turun Gunung Tinjau Serbuan Vaksinasi di Jabar
Evakuasi pilot pesawat Smart Air yang jatuh di Kaltara

5 Fakta Jatuhnya Pesawat Smart Aviation di Nunukan Kalimantan Utara

Sebelumnya dikabarkan pesawat Smart Aviation tujuan Tarakan-Binuang hilang kontak dan terjatuh di Kabupaten Nunukan.

img_title
VIVA.co.id
12 Maret 2024