Etios Termurah Tanpa Power Steering Sepi Peminat

Perakitan mobil Toyota Etios di Karawang
Sumber :
  • VIVAnews/Herdi Muhardi
VIVAnews
- Toyota Astra Motor (TAM) punya ambisi menguasai pasar citycar nasional dengan Etios Valco. Tapi itu tidaklah mudah, karena mereka harus menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Brio, Picanto, Mirage, Sirion, dan March. 


Lalu sudah berapa banyak Etios terjual sejak diluncurkan 11 Maret lalu?


"Hingga hari ini, sudah lebih dari 1.500 unit terpesan," kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Joko Trisanyoto kepada
VIVAnews
, Senin 1 April 2013.


Menurut Joko, tipe yang banyak diminati konsumen adalah E (menengah) dan G (tertinggi). "Jika keduanya digabung kira-kira 90 persen dari total keseluruhan, sedangkan sisanya tipe J (terendah)," ujarnya.


Dia mengaku belum bisa menjelaskan mengapa para konsumen lebih memilih tipe menengah dan teratas dari Etios. Pasalnya, Etios belum genap sebulan diluncurkan.


Mengenai inden, jika konsumen memesan saat ini maka paling lambat mobil akan dikirim satu sampai dua bulan.


Diketahui, Etios Valco tipe J (termurah) dibanderol Rp135,5 On the Road Jabodetabek. Tipe ini tidak dilengkapi power steering. Toyota beralasan, tipe itu memang diperuntukkan bagi konsumen menengah ke bawah dengan anggaran pas-pasan.
PKB Niat Usung Ida Fauziyah di Pilkada DKI, tapi Masih Butuh 10 Kursi Parpol


Parma Promosi ke Serie A, Klub Milik Orang Kaya Indonesia Menyusul?
Etios Valco dibekali mesin 1.197 cc DOHC 4 silinder yang memiliki tenaga 80 dk pada 5.600 RPM dan torsi puncak mencapai 104 Nm pada 3.100 RPM. Semua tipe Etios juga tidak dilengkapi transmisi otomatis. Sementara kompetitornya, salah satu tipe dari model mereka sudah dilengkapi versi matik. (umi)

Terpopuler: Pemutihan Pajak Kendaraan Mei 2024, SIM Mati Tidak Perlu Bikin Baru

Pertemuan Prabowo Subianto dengan Muhaimin Iskandar Usai Pemilu 2024

Cak Imin Sebut Pembangunan selama Sepuluh Tahun Terakhir Terlampau Sentralisasi

Cak Imin mendorong kader-kader PKB untuk maju dalam Pilkada Serentak di daerah masing-masing. Dia menilai pembangunan selama sepuluh tahun terakhir terlalu sentralistis.

img_title
VIVA.co.id
2 Mei 2024