Prabowo Bertarung Lagi
- VIVAnews/Muhamad Solihin
"Mestinya sih masuk (nama-nama kandidat dari PKS)," kata Mardani.
Mardani mengingatkan bahasa yang tepat untuk masalah ini bukan Prabowo menjaring tetapi bersama-sama mereka bahas. Meskipun dia mengakui, Partai Gerindra bisa melakukan pembahasan internal sendiri, begitu juga PKS. Namun, dia memastikan kedua partai itu terbuka untuk berdiskusi dan bermusyawarah mengenai siapa pasangan calon yang terbaik dan memiliki peluang menang yang besar.
Baca juga: Sohibul, Aher dan Anis Matta Bisa Jadi Cawapres Prabowo
Selain kader-kader dari PKS, nama-nama lain juga muncul. Mereka misalnya saja adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo.
Testing the Water
Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, turut menyoroti bersedianya Prabowo bila diusung sebagai capres oleh Partai Gerindra. Dia menilai kesediaan Probowo itu mengindikasikan kuatnya kepercayaan Gerindra terhadap kemenangannya di Pemilu 2019.
Selain itu juga untuk testing the water dan melihat respons publik bila Prabowo bersedia. Apakah animo atau antusiasme masyarakat menampakkan positif atau sebaliknya.
"Ini penting seblm Gerindra secara formal mendeklarasikan calon sebenarnya," tutur Wiwiek, sapaan akrab Siti Zuhro, kepada VIVA.
Mengenai posisi Gerindra yang belum memenuhi syarat presidential treshold, Wiwiek tidak menganggap itu sebagai hal yang mendesak. Dia melihat Gerindra secara informal sudah melakukan penjajagan dengan partai-partai lain.
"PKB juga menyatakan kesiapan sebagai cawapres meskipun tidak harus memenuhi presidential treshold," tuturnya.
![]()
Sejauh ini, Gerindra memang belum menjalin koalisi secara jelas dengan partai-partai lain, baik PKS, ataupun PAN. Sementara, calon lawan mereka, Jokowi, sudah dideklarasikan oleh lima partai yaitu PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, dan Hanura ditambah partai-partai baru macam PSI, dan Perindo, serta partai non parlemen seperti PKPI.
Sedangkan dua partai lainnya yaitu Demokrat, dan PAN belum menentukan sikap resminya akan mengusung siapa. Untuk PKB, mereka telah mendeklarasikan Jokowi-Cak Imin tapi secara sepihak. (ren)