Rusuh Mako Brimob, Bom Waktu Penjara Teroris
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
"Dicari makanannya tidak ada dan bikin ribut sehingga memicu aksi napi yang lain," ujar Setyo.
Baca: Identitas Lima Polisi yang Tewas saat Kerusuhan Mako Brimob
Aksi protes napi soal makanan ini yang diduga menjadi awal ricuh dan berujung penyerangan dan panyanderaan petugas. Terkait napi yang mau menemui terdakwa teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman, hanya sekadar salah satu keinginan saja.
"Kalau dibilang ada hubungan (dengan Aman Abdurrahman), kemarin mereka menuntut itu. Tapi, sebetulnya awalnya yang saya katakan tadi, masalahnya sepele (makanan)," tutur Setyo.
Pola Teror ISIS
Kelompok teroris ISIS mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap aksi teror di Mako Brimob. ISIS menyampaikan hal ini melalui Amaq News Agency yang dinamakan kantor berita dengan memproduksi berita dari ISIS dan diaktifkan melalui aplikasi Telegram. Klaim ISIS ini juga dipublikasikan melalui situs SITE.
Baca: ISIS Klaim sebagai Dalang Kerusuhan Mako Brimob
Pengamat terorisme Al Chaidar menganalisis aksi teror di Mako Brimob ada kaitan dengan ISIS. Ia menilai dari pola serangan, momentum waktu, dan tempat menjadi alasannya. Cara perlakukan napi teroris yang membunuh lima polisi juga menjadi catatan.
"Ini memang seperti pola serangan ala ISIS. Mereka ingin menunjukkan show force di markas polisi. Cara mereka menyerang juga diduga seperti pola ISIS," kata Al Chaidar saat dihubungi VIVA, Rabu, 9 Mei 2018.
Baca: Pelaku Kerusuhan Mako Brimob Live Instagram, Lihat Videonya
Dia menambahkan dengan aksi di Mako Brimob akan jadi perhatian dan sorotan luas. Mengacu dari kronologi, aksi ini dinilainya sudah direncanakan para napi teroris. Menurutnya, meski di dalam tahanan, kekuatan napi jaringan teroris ini tak bisa disepelekan.
"Ya ini kan dalam rutan. Kalau saya lihat sulit spontan, apalagi infonya ada serangan dengan senjata tajam. Mereka cari momen yang pas," ujarnya.
Kelayakan Rutan Brimob
![]()
Insiden serangan napi teroris di area Mako Brimob memicu satu hal. Kelayakan Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok yang menampung napi teroris dipertanyakan. Wakil Ketua DPR bidang politik, hukum, dan keamanan, Fadli Zon menilai sudah seharusnya ada evaluasi untuk Rutan Mako Brimob.