Manuver 'Kejutan' Tuan Guru Bajang
- VIVA.co.id/ Reza Fajri.
VIVA – Kabar mengejutkan datang dari Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi. Tuan Guru yang selama ini terlihat selalu berseberangan dengan pemerintah tiba-tiba menyatakan dukungannya pada Jokowi. Ia menganggap Jokowi layak menjabat dua periode sebagai Presiden RI.
Dalam pernyataannya, ia memuji Jokowi dan menyatakan Jokowi layak diberi kesempatan untuk memimpin satu periode lagi. Ia mengatakan, meski di wilayahnya Jokowi kalah telak pada Pilpres lalu, namun Jokowi tetap bekerja mengembangkan NTB. Dan karena itu, menurut Zainul Majdi, Jokowi tak cukup hanya memimpin selama lima tahun, dan layak diberi kesempatan memimpin lima tahun lagi.
Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi adalah kader Partai Demokrat. Ia sudah dua periode menjabat sebagai gubernur di wilayah Indonesia Timur tersebut.
Dua tahun terakhir namanya semakin populer sebagai gubernur yang santun, soleh dan hafal Alquran. Sederet prestasi juga disematkan. Sebutan Tuan Guru adalah gelar yang diberikan masyarakat adat Sasak kepada seseorang yang dianggap ahli agama. Bajang artinya muda. Zainul Majdi mendapat gelar Tuan Guru Bajang karena ia peroleh gelar Tuan Guru di usia muda, yaitu 36 tahun. 10 tahun memimpin NTB ia dianggap berhasil mengangkat peringkat secara nasional provinsi tersebut.
Zainul Majdi, kerap disapa TGB, mengawali karir politik secara nasional sebagai anggota DPR RI periode 2004-2009 dari Partai Bulan Bintang (PBB). Saat pertama kali ikut pemilihan Gubernur NTB untuk periode 2008-2013, ia menang dengan dukungan PBB dan PKS. Lima tahun menjabat, Tuan Guru yang lulusan S3 Fakultas Ushuluddin, jurusan Tafsir, Universitas Al Azhar Kairo ini kembali terpilih untuk menjadi Gubernur NTB periode 2013-2018. Kali ini ia mendapat dukungan dari koalisi tujuh partai, yaitu Partai Demokrat, Partai Golkar, PDI Perjuangan, PPP, PAN, Partai Gerindra, dan PKB.
Jelang pilpres nama Zainul Majdi meruak. Namanya terus terombang ambing diantara bursa Capres dan Cawapres yang masih liar dan mengambang. Ia bahkan disebut akan menjadi kandidat yang cukup kuat untuk mengimbangi Jokowi. Sebagian lainnya malah menganggap ia layak menjadi pendamping Jokowi. Persaudaraan Alumni 212 mencantumkan namanya sebagai salah satu kandidat calon presiden, sejajar dengan Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, Yusril Ihza Mahendra, dan Zulkifli Hasan.