Mengunci Dukungan Ulama ke Prabowo-Sandiaga
- VIVA.co.id/ Anwar Sadat
Disamping itu, Yusuf mensyukuri pilihan Prabowo menggandeng Sandiaga Uno sebagai cawapresnya. Sebab di pihak lain, Jokowi juga telah menjatuhkan pilihan cawapresnya kepada KH Ma'ruf Amin, ulama yang juga Rais Aam PBNU. Ia bersyukur karena pada saat bersamaan Prabowo tidak memilih cawapresnya dari kalangan ulama.
"Coba bayangkan kalau Pak Prabowo tetap memilih ulama, sedangkan Pak Jokowi memilih ulama, pasti terpecah belah," ujarnya. Itulah kenapa pada akhirnya Ijtima Ulama menerima pilihan Prabowo Subianto menggandeng Sandiaga Uno sebagai cawapresnya.
Pakta Integritas
Dukungan Ijtima Ulama II kepada Prabowo-Sandiaga Uno bukan tanpa syarat. Sebelum memberikan dukungan, ada 17 poin pakta integritas yang disodorkan kepada Prabowo-Sandiaga. Pakta integritas itu seolah menjadi 'pengikat' dukungan Ijtima Ulama kepada pasangan yang diusung koalisi Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat.
Pakta Integritas ditandatangani bakal capres Prabowo Subianto, disaksikan dua perwakilan peserta Ijtima Ulama II, KH Abdul Rosyid Abdullah Syafii serta Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak.
Dari 17 poin pakta integritas yang diteken Prabowo, satu diantaranya (poin 16) berisi kesiapan Prabowo ketika nantinya terpilih sebagai presiden, untuk menjamin kepulangan Habib Rizieq Shihab di Tanah Air, serta memulihkan hak-haknya sebagai warga negara. Kemudian memberikan keadilan kepada aktivis 411, 212 dan 313 yang dikriminalisasi melalui tuduhan tindakan yang pernah disangkakan.
Simak 17 poin pakta integritas Ijtima Ulama II di tautan ini.
Yusuf menegaskan dukungan Ijtima Ulama II kepada Prabowo-Sandiaga tanpa pamrih. Para ulama bersumpah dukungannya bukan lantaran posisi tawarnya untuk meminta jabatan, apalagi materi. GNPF Ulama hanya meminta agar Prabowo ketika terpilih sebagai presiden nanti, bisa memulangkan Habib Rizieq dari Arab Saudi.
"Pak Prabowo menjawab saya akan jemput Habib Rizieq dengan pesawat Kepresidenan kalau saya jadi presiden, saya bilang enggak perlu pesawat Kepresidenan, kami bisa bawa pulang sendiri, yang penting welcome, kepulangan dijamin dalam kondisi aman, itu saja yang kami sampaikan ke Pak Prabowo," kata Yusuf.
Dipilihnya istilah pakta integritas bukan kontrak politik apalagi janji kampanye oleh Ijtima Ulama II, karena istilah janji kampanye akan sulit ditagih karena hanya etika dan komitmen moral. Sedangkan kontrak politik kerap dipersepsikan sebagai komitmen transaksional, ada take and give.