Mengunci Dukungan Ulama ke Prabowo-Sandiaga
- VIVA.co.id/ Anwar Sadat
Sementara pakta integritas yang ditandatangani itu, dibahas poin perpoin selama sebulan dan hasilnya juga berdasakan pembahasan sejak awal. Ditandatangani oleh pasangan calon Prabowo-Sandiaga, disaksikan para ulama dan 11 panitia GNPF Ulama. "Saya pikir secara logika agak sulit kalau tidak dipenuhi," terang Yusuf.
Soal dukungan Ijtima Ulama II ini, Prabowo mengucapkan banyak terima kasih. Mantan Danjen Kopassus itu mengaku terharu mendapatkan dukungan dari para ulama. Dia berjanji akan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara.
Prabowo juga mengungkapkan kesediaannya untuk menandatangani pakta integritas sebelum mendapatkan dukungan tersebut. Demi kepentingan bangsa dan negara maka dia bersedia menandatanganinya.
"Tadi ada 17 poin dalam pakta integritas. Semuanya adalah demi kepentingan bangsa negara rakyat dan semua agama. Saya benar-benar menyampaikan penghargaan atas komitmen mereka demi kepentingan bangsa. Kepentingan yang besar, menegakkan keadilan bagi masyarakat Indonesia," ujar Prabowo di Hotel Cempaka, Minggu, 16 September 2018.
Psikologi Pemilih
Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin tetap optimis meski hasil Ijtima Ulama II akhirnya mendukung Prabowo-Sandiaga. Mereka yakin keputusan itu tak akan mempengaruhi pasangan yang mereka usung. Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN), Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, di kubu Jokowi ada KH Ma'ruf Amin yang merupakan sosok ulama yang dihormati di Tanah Air.
"Kalau kita lihat pasangan Pak Jokowi adalah Pak Kiai Ma'ruf, sosok pengayom, sosok ulama yang begitu dihormati," kata Hasto di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 16 September 2018.
Hasto yakin dengan figur tokoh sekaliber KH Ma'ruf Amin adalah sosok ulama yang dihormati, penuh kebijaksanaan dan memberikan harapan bagi masyarakat untuk peningkatan kualitas hidup berdasarkan moralitas dan etika yang baik. Sehingga ketokohan itu membuat para ulama yang ada memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf.
"Dengan hadirnya Kiai Ma'ruf sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi Pak Jokowi, ini menunjukkan keindonesiaan kita, kebersamaan kita, antara kekuatan nasionalis dan agamis, bersama dan bersatu untuk Indonesia raya," ujar Sekjen PDIP ini.
Namun kata, semua punya hak untuk memilih siapa yang akan mereka pilih di Pilpres 2019 mendatang. Pihaknya pasrah ulama yang ada akan memilih siapa. Sebab, hal itu merupakan hak mereka sebagai warga negara. "Tapi apa pun, kebebasan berserikat dan berkumpul itu dijamin oleh konstitusi," kata Hasto.