Gurihnya Bisnis Kue Lebaran
- Pixabay/ali_cruse
Selain Lebaran, sepanjang tahun, kecuali Ramadan, Ani memproduksi roti manis yang dibuat sesuai pesanan saja. Sejauh ini, Ani sudah mendistribusikan rotinya ke tiga pesantren.
![]()
Mona Indriani punya cerita serupa. Meski masih usaha kecil-kecilan, bisnis kue kering Lebaran Mona cukup lancar hingga kini masuk tahun keempat. Sehari-hari berbisnis rice box dan frozen food, momentum Idul Fitri jadi peluang bisnis lain baginya.
Pemesanan kue kering Mona, terutama yang klasik seperti nastar, sagu keju, dan kastengel, naik setiap tahun. Kali ini, pesanannya sampai tiga lusinan dengan harga jual sekitar Rp40 ribu sampai Rp95 ribuan. Dari kue kering saja, Mona bisa meraup keuntungan sekitar Rp5 jutaan.
"Untuk tahun ini Alhamdulillah meningkat dan udah ada yang pesan dari Hong Kong," kata Mona kepada VIVA.
Tips Bisnis Kue Lebaran
Momentum Idul Fitri memang hanya datang satu kali dalam setahun. Meski begitu, bisnis ini kerap diburu, bahkan untuk para pedagang musiman. Beberapa tips yang dibagikan JnC dan Ina Cookies ini bisa jadi acuan bagi Anda yang ingin berbisnis kue kering.
1. Inovatif
Meski kue klasik yang kerap jadi primadona, tapi dibutuhkan juga inovasi-inovasi varian tiap tahunnya. Ina Cookies, misalnya. Mereka bukan hanya menambahkan jenis baru, tapi juga kerap memperbaharui rasa.
"Jadi kalau yang keju-kejunya kita bikin lagi, kalau Ina Cookies itu selalu membuat inovasi tiap tahunnya itu keju dan nastar berbeda-beda. Jadi orang-orang ya tetap senengnya keju dan nastar, karena beda. Misalnya tahun sekarang sama tahun kemarin beda nastar dan kejunya. Nastar sekarang itu blueberry. Kejunya yang ada choco sandwich. Jadi si keju di tengahnya dipakai cokelat. Wah keren deh pokoknya enak," tutur Ina, pemilik brand ini.
![]()
Tak hanya dari varian kuenya. Inovasi juga bisa datang dengan cara lain. Jnc mengatakan, kerap memperbaharui packaging agar selalu menarik.
"Contohnya stoples kaca. Kita mulai 2-3 tahun yang lalu. Padahal stoples kaca sudah ditinggalin dan jadul banget dari tahun 80-an. Nah kita bikin booming lagi dan kayaknya sekarang stoples kaca balik jadi tren lagi," tutur Jodi, pemilik JnC.