Melindungi Pelaut Indonesia dari Lanun
- REUTERS/Siegfried Modola
Akan tetapi, sang kapten kapal tewas di tempat saat pembajakan. Sehingga, jumlah awak menjadi 28 ABK.
"Setelah ditangkap, mereka kemudian dibawa ke tempat penahanan pertama di Hobyo, sebuah kota kecil di Somalia yang jaraknya sekitar 511 kilometer dari ibu kota Mogadishu," tuturnya.
Ia melanjutkan, Hobyo bukanlah pemberhentian terakhir. Sebab, Mereka lalu dibawa ke Bud Bud, 287 kilometer Mogadishu.
Tidak diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan selama penahanan dan proses pemindahan seluruh sandera tersebut. Namun, pada 2014, lagi-lagi dua lainnya ABK tewas karena sakit.
Ia juga memastikan bahwa satu orang ABK adalah warga negara Indonesia bernama Nasirin asal Cirebon, Jawa Barat. Ia meninggal dunia lantaran terkena malaria.
"Sejak dari Bud Bud proses pembebasan dimulai. Singkat cerita, setelah dibebaskan, mereka kemudian dibawa menggunakan mobil ke Galkayo Town sekitar 689 kilometer dari Mogadishu, ke tempat persembunyian (safe house),” papar dia.
Dari situlah, lanjut perempuan berkacamata, mereka diterbangkan ke Bandar Udara Wajir, untuk diterbangkan kembali ke Nairobi dengan menggunakan pesawat PBB.
![]()
Wajah bahagia para ABK setelah bebas dari sandera perompak Somalia (Reuters.com).
Saat ini, ungkap Menlu Retno, Duta Besar Indonesia untuk Kenya, Soehardjono Sastromihardjo bersama Tim Kemenlu pimpinan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, sedang berada di Nairobi untuk menjemput empat WNI.
"Saya sudah berbicara dengan Sudirman. Itu sekitar pukul 21.45 waktu setempat, atau 15 menit setelah tiba di Nairobi. Saya pastikan kondisinya sehat. Mulai sekarang sampai beberapa hari ke depan, mereka akan diperiksa kesehatannya untuk memastikan pemulihan, sebelum dipulangkan ke Indonesia," ujar dia.
Kendati demikian, Kemlu menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah membayar uang tebusan dalam upaya pembebasan empat WNI.
Melalui Juru Bicara Arrmanatha Nassir, pihaknya juga menegaskan upaya pembebasan dilakukan melalui perundingan dan negosiasi panjang.
"Tujuan penyanderaan memang untuk minta tebusan. Tapi (bayar tebusan) bukan kebijakan kita. Kami tidak pernah membayar tebusan pada pembajak," tegas Arrmanatha.
Mengutip situs Theguardian, seluruh sandera yang berjumlah 26 ABK ini bebas lantaran membayar uang tebusan.