Dikecewakan Justice League
- Warner Bros
Di film Justice League, kesan kelam berubah dengan cepat setelah latar tempat bergeser dari Gotham City yang hanya muncul di 10 menit pertama. Ini merepresentasikan masalah terbesar dalam film secara keseluruhan. Justice League dinilai kurang memiliki koherensi antara narasi, tampilan, tone, dan gaya.
"Film ini bahkan tidak bisa memutuskan bagaimana harus menceritakan awal mula alur ceritanya. Mereka malah menampilkan lima adegan perkenalan, termasuk di mana Bruce Wayne yang sedang mencari Aquaman di Islandia, Wonder Woman melawan serangan teroris di London, Inggris dan pemakaman Superman yang ditampilkan dalam adegan slow motion," ujar Robbie Collin, kritikus film, dikutip dari The Telegraph, Jumat, 17 November 2017.
Kisah perkenalan pahlawan-pahlawan supernya juga ditampilkan sebagai elemen-elemen terpisah yang dijahit menjadi satu kesatuan. Perkenalannya tidak terasa mengalir. Tak heran jika penonton merasa asing terhadap beberapa karakter superhero di film tersebut, yang kebanyakan memang pendatang baru dan belum punya film sendiri.
Apalagi bagi karakter yang background story-nya tidak kuat. Jadi tak terasa adanya excitement saat para superhero itu akhirnya membentuk tim untuk melawan musuh.
![]()
Justice League juga benar-benar menjadi film superhero tipikal DC yang penuh dengan 'pidato' soal tanggung jawab, keadilan, dan sebagainya, dibalut dengan rangkaian adegan aksi, yang kebanyakan bergantung pada efek Computer Generated Imagery (CGI) yang terlalu berat dan kasar. Untuk film besutan sutradara se-inventif Snyder, film ini dinilai terlalu membosankan.
Sejumlah media asing juga memberikan review buruk terhadap film dengan kategori penonton PG-13 tersebut. The Telegraph bahkan mengatakan bahwa Justice League benar-benar memalukan bagi para pahlawan supernya. Saking memalukannya sampai-sampai tak bisa diselamatkan. Mereka memuat review film ini dengan judul ‘DC's Superhero Embarrassment Is Beyond Saving’.
Pernyataan senada juga diungkapkan oleh The Washington Post. Menurut mereka, semua orang yang terlibat dalam pembuatan Justice League dan para penonton layak mendapatkan sesuatu yang lebih baik.
Syuting Ulang
Kesan kehilangan arah yang menempel pada Justice League mungkin juga karena ditinggal sang sutradara, Zack Snyder di tengah jalan lantaran peristiwa tragis yang menimpa keluarganya. Anak perempuannya yang berusia 20 tahun bunuh diri pada Maret 2017.