Susi Diduga Provokasi Massa Hingga Racun Kalajengking
- Repro Twitter
VIVA – Berita soal Susi Ferawati yang dituding sengaja memprovokasi massa #2019Ganti Presiden dalam kegiatan hari bebas kendaraan atau car free day (CFD) di Jakarta pada akhir pekan lalu menjadi artikel paling banyak dibaca VIVA sepanjang Jumat, 4 Mei 2018.
Pada akhir pekan lalu, Susi yang mengenakan kaus bertuliskan #DiaSibukKerja masuk ke kerumunan massa berkaus #2019GantiPresiden hingga akhirnya mendapat intimidasi dari kerumunan massa tersebut. Namun menurut beberapa pihak, hal yang dilakukan Susi justru tidak masuk akal dan sudah diatur sebelumnya.
Sementara berita di peringkat kedua yang paling banyak mendapatkan perhatian pembaca VIVA soal Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang juga memiliki gelang yang disebut gelang kode. Gelang yang menyerupai tasbih dengan biji membentuk lingkaran itu meningkat popularitasnya setelah dikenakan oleh Susi Ferawati.
Di urutan ketiga artikel yang paling banyak disorot adalah soal begal bernama Kristian Budiantoro, pembunuh Ustaz Sopian yang ditemukan tewas tergantung di kamar mandi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa, Lampung. Terpidana berusia 27 tahun itu dihukum 20 tahun penjara karena kasus pembunuhan Ustaz Sopian Sauri di Waylaga Panjang.
Selain tiga berita itu, ada soal berita mengenai Vin Diesel yang dibayar supermahal hanya untuk mengatakan, I am Groot yang diucapkan Groot, salah satu tokoh di film Avengers: Infinity War dan berita soal alasan harga racun kalajengking yang mencapai Rp145 miliar per liter. Berikut ini daftar lengkap lima isu terhangat di VIVA sepanjang Jumat, 4 Mei 2018. Â
1. Susi Dituding Sengaja Provokasi Massa #2019GantiPresiden
![]()
Politikus Partai Amanat Nasional, Eggi Sudjana, bicara mengenai insiden dugaan intimidasi Susi Ferawati oleh kelompok massa berkaus #2019GantiPresiden dalam kegiatan hari bebas kendaraan atau car free day di Jakarta pada akhir pekan lalu.
Dalam logika psikologi massa, Eggi menilai, hal yang dilakukan Susi masuk ke kerumunan massa #2019GantiPresiden untuk menciptakan kerusuhan.
"Ini kan satu potensi yang ingin menciptakan kerusuhan. Paling tidak pancingan-pancingan," kata Eggi di dalam konferensi pers kantor pusat PAN, Jakarta, pada Kamis malam, 3 Mei 2018.