Kisah Pilu Atlet Bulutangkis RI di All England, BWF Digempur Netizen

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di All England.
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di All England.
Sumber :
  • Instagram: All England

VIVA – BWF World Tour Super 1000, All England Open 2022 akan digelar pada 16-20 Maret di Utilita Arena Birmingham. Berbicara tentang turnamen ini, ada kisah pilu dari skuad bulutangkis Indonesia pada 2021 lalu.

Kala itu, seluruh pemain dan ofisial Indonesia dipaksa mundur dari turnamen bulutangkis bergengsi ini. Berawal dari postingan pemain ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon di Instagram. 

Pemain Indonesia berada satu penumpang anonim yang dinyatakan positif COVID-19 sehingga harus menjalani karantina dan gagal melanjutkan kiprah di All England.

"Malam ini, kami terkejut mendengar berita bahwa kami (pemain dan ofisial Indonesia) dipaksa mundur dari All England karena penumpang anonim yang positif COVID-19 berada dalam satu penerbangan bersama kami," tulis Marcus. 

Marcus merasa kecewa karena Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) telah gagal dalam mengatur masalah ini. Sebab, sebelum penerbangan, para pemain Indonesia sudah dinyatakan negatif COVID-19 dan juga dites ulang saat berada di hotel. 

"Mengapa kami tidak mendapatkan keadilan yang sama di sini? Dan jika ada aturan yang ketat untuk memasuki wilayah Inggris karena COVID-19, BWF seharusnya menerapkan sistem bubble yang menjamin keamanan kami," ungkap Marcus. 

"Para pemain seharusnya menjalani karantina sebelum turnamen. Agar adil, para pemain yang dinyatakan positif COVID-19 harus menjalani tes lagi. Sebab, kami tak lagi percaya pada tes COVID-19. Kalian bisa lihat semua tujuh kasus positif tiba-tiba menjadi negatif hanya dalam satu hari," lanjutnya.

Akun BWF Digempur Netizen Indonesia

Setelah Indonesia dipaksa mundur, hingga partai puncak All England 2021 akun media sosial BWF terutama Instagram masih digempur netizen Indonesia. Kata unfair masih menghiasi kolom komentar pada setiap positingan yang muncul.

Sebelumnya diberitakan, netizen Indonesia meradang. Mereka ramai-ramai 'bersilahturahmi' ke sejumlah akun terkait. 

Setelah mendapat serangan netizen Indonesia, terlihat kolom komentar BWF dibatasi. Sebab hampir seluruh komentar berisi kecaman atas rasa ketidakadilan terhadap tim bulutangkis Indonesia.

Bukan cuma akun media sosial BWF yang menjadi sasaran empuk. Netizen Indonesia juga menyambangi akun instagram resmi All England.

Komentar dari netizen Indonesia yang bertubi-tubi akhirnya membuat akun allenglandofficial hilang dari Instagram. Pada Sabtu 20 Maret 2021, akun allenglandofficial sudah tidak ada.

Hilangnya akun centang biru tersebut kemungkinan besar karena report massal yang dilakukan netizen Indonesia hingga akhirnya pihak Instagram menghapus akun tersebut.