Bocah SD Disiksa dan Dipaksa Ngamen sampai Larut Malam oleh Ortu Pengangguran

Ilustrasi kekerasan terhadap wanita.
Sumber :
  • Pixabay

Bogor – Bocah perempuan berusia 7 tahun  yang masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD) disiksa oleh ayah kandungnya sendiri bernama, Hermanto dengan cara dicambuk menggunakan besi gantungan baju.

img_title Angka Pengangguran Indonesia Turun ke 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994

Dilihat melalui unggahan akun X @report.id, akibat pukulan benda tumpul itu, punggung bocah malang tersebut mengalami luka memar berwarna merah keunguan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa itu terjadi di rumah Hermanto di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat, 2 Februari 2024 malam.

img_title Lagi Asyik Main Sepeda, Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Motor! Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri Setelah Sempat Kabur

Ilustrasi kekerasan

Photo :
  • www.pixabay.com/Counselling

Menurut narasi unggahan, ayah korban yang tidak bekerja alias pengangguran, tega memukul anak kandungnya untuk dipaksa mengamen hingga larut malam.

img_title Atasi Pengangguran, Polres Metro Bekasi Kota Gandeng PT Sentosa Garmindo Melalui Program POLIRAN

“Biadab, bocah perempuan 7 tahun di Bogor dicambuk ayah kandung dan dipaksa ngamen hingga larut malam, orangtuanya nganggur di rumah,” tulis keterangan unggahan, dikutip Senin 5 Februari 2024.

Saat malam kejadian, warga yang mendengar bocah tersebut berteriak kesakitan sempat berdatangan ingin menolong. Namun, upaya mereka dihalangi ibu tiri korban, Dewi. Hal tersebut disampaikan Dianita Aulina selaku tetangga korban.

“Biarin aja biar jadi pelajaran kata ibu tirinya,” cerita Dianita kepada awak media Senin siang.

Dianita melanjutkan, hampir tiga bulan Hermanto tidak bekerja. Menurut dia anak itu kerap tidur di sekolah karena mengantuk lantaran dipaksa mengamen hingga larut malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dia berangkat ngamen pulang sekolah sampai larut malam, cari uang di sekitar Pasar Parung dan wilayah Ciseeng,” kata dia.

Hingga Senin sore, belum diketahui kelanjutan dari aksi kekerasan terhadap bocah tersebut. Pihak-pihak terkait seperti Polres Bogor, belum menyampaikan keterangan resmi.

Pelatihan pangkas rambut bagi peserta lintas ormas melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) di Bekasi

Tekan Pengangguran, Polisi Bekasi Bekali Warga Keahlian Pangkas Rambut

Polres Metro Bekasi Kota menggelar kursus pangkas rambut melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) yang diikuti 38 peserta dari berbagai organisasi.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut