Serunya Bermain di The Jungle Waterpark
- Antara/ Jafkhairi
Dan tibalah giliran saya dan si bapak buat meluncur. Setelah tube didorong oleh petugas, dengan cepat tube saya langsung meluncur dan dihempas ke kanan kiri. "Uwaaaaaaaa!!" Si bapak teriak. Mukanya nampak ketakutan. "Uyeeeeeeee" Saya juga teriak tidak mau kalah. Hingga di suatu momen, di saat tube kita berdua dihempas ke kiri dan kanan, kaki saya jadi tidak stabil dan berontak. Kaki saya seperti menendang sesuatu keras banget. Saya tidak tahu apa yang saya tendang, tapi satu yang pasti saya menendang salah satu bagian tubuh si bapak.
Si bapak yang dari tadi jerit-jerit sambil cengengesan mendadak berteriak, "Aduuuhhhhhh!!" dengan kencang. Setelah perosotan berakhir, saya pun beranjak berdiri dari tube. Saya perhatikan wajah si bapak kok jadi pucat. Dia berdiri tertatih-tatih sambil megangin alat vitalnya. Seperti yang kesakitan banget. Pikiran saya langsung flashback, jangan-jangan tadi yang saya tendang “itu”-nya si bapak. Yang ada di pikiran saya saat itu adalah pergi menjauh dari si bapak sebelum dia nuntut saya karena telah melukai asetnya.
Karena Albert, teman saya ini kurang bernyali dan tidak berani mencoba wahana yang ekstrem-ekstrem, akhirnya kita berdua memutuskan buat main di kolam ombak. Kolam ombak itu adalah suatu wahana yang dilengkapi dengan ombak buatan sensasi seperti ombak. Kalau tidak salah cuma diadakan setiap satu jam sekali. Jadi awalnya kamu bisa santai sambil duduk di tube dan ketika alarm berbunyi tiba-tiba akan ada ombak buatan yang datang.
Serunya mirip seperti di laut, di mana ketika kamu lagi berselancar atau berenang tiba-tiba ada ombak yang datang. Bedanya di sini lebih aman walaupun anak-anak kecil harus ada pengawasan dari orang tua juga. Saya tengok jam, masih sekitar 20 menit lagi sebelum ombak datang. Saya dan Albert duduk leyeh-leyeh di tube sambil ngobrol. Suasana kolam tidak terlalu penuh, asyik deh buat leyeh-leyeh.
Sedang asyik leyeh-leyeh tiba-tiba ada cewek remaja tanggung yang menarik tube saya. Sekilas saya perhatiin dia seperti mau jatuh dari tube yang dia naiki. Jiwa Superman saya pun muncul. Saya pegang tangannya sambil bermaksud buat narik dia. Dan kalian tahu respon apa yang saya dapat? Benar-benar di luar dugaan! Dia langsung menarik tangannya sambil bilang, "Iih om genit, megang-megang tangan gue!" Dasar cewek cabe-cabean. Orang niat menolong malah dikira mau genit. Dia langsung berusaha menjauh dari tube saya. Dia lalu memberi kode ke teman-temannya yang lain buat ngejauhin tube saya karena saya dituduh sebagai om genit.