Berita Hoax, Antara Opini dan Realita

Ilustrasi/Kabar hoax
Sumber :
  • PeopleOnline

VIVA.co.id – Penggunaan sosial media yang semakin massif dari waktu ke waktu tidak bisa dipungkiri membuat beragam pemberitaan pun dengan sangat cepat bisa tersebar luas dalam hitungan detik ke seluruh penjuru dunia.

img_title Sarwendah Kasih Waktu 3x24 Jam Buat Netizen yang Disomasi Minta Maaf, Kalau Dilanggar...

Di satu sisi menguntungkan, dengan kemudahan akses berita dan informasi dalam segala kebutuhan bisa dengan sangat cepat didapat. Namun, di sisi lain kebenaran dari sebuah berita saat ini pun relatif sulit dipisahkan antara berita asli atau hoax.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga hal ini tentu mendapat respon yang sangat luas dari berbagai kalangan. Termasuk dari kalangan birokrat maupun berbagai elemen masyarakat secara umum. Di antaranya, beberapa statement dari pejabat yang jelas mengindikasikan adanya darurat berita hoax.

img_title Tegas! Ini Alasan Sarwendah Somasi Netizen yang Fitnah Hubungannya dengan Betrand Peto

Pada saat yang sama, pemerintah harus meningkatkan kemampuan publik untuk bermediasi/literasi media yakni memahami untuk kepentingan apa saja media digunakan. Fungsi media untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan peduli harus dipahami oleh semua lapisan masyarakat, terlebih praktisi media (jurnalis, pemilik media). Bila ada pelanggaran dari ketentuan aturan yang ada, maka sanksi akan diberlakukan untuk semua pelanggar. Baik pengguna media sosial maupun praktisi media profesional.

Gerakan berantas hoax saat ini semestinya dibarengi peran Pemerintah menjelaskan mana yang benar dan mana yang salah. Selain skill teknis menyeleksi informasi yang layak disebarluaskan dan tidak. Faktanya, masyarakat kapitalis justru tidak memiliki standar benar salah dengan tepat. Pemikiran yang merusak justru disebarluaskan secara sistemik melalui beragam mekanisme (kebijakan, pendidikan, sejarah, media resmi pemerintah). Akibatnya banyak ambiguitas dalam menilai mana informasi yang layak sebar atau sebaliknya.

img_title Raffi Ahmad Geram Dituduh Lakukan Pencucian Uang, Begini Responnya

Saat ini untuk menilai suatu berita itu asli atau hoax perlu kejelian dan teknik ilmunya. Karena yang terjadi saat ini, berita yang beredar sangat rawan dengan kepentingan dan motif tertentu. Baik itu motif ekonomi, politik, maupun motif lainnya yang demi untuk bisa memenuhi kepentingan tertentu maka segala cara dihalalkan. Sehingga akidah Islam harus dominan lebih kuat bermain dalam menyortir kebenaran suatu pemberitaan.

Kenapa demikian? Karena standar baik buruk seorang Muslim tentu akan kembali pada akidah Islam. Ketika mendeteksi validitas data yang disebutkan dalam sebuah berita saat ini, kita pun perlu uji lebih teliti dan bermain analisa politik di dalamnya. Seperti demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut