Peluang dan Tantangan Pemuda Digital

Ilustrasi generasi digital (foto/ freepik.com)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Hampir seluruh masyarakat pernah mendengar kalimat berikut “Beri aku seribu orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncang dunia.”

img_title Usung AI hingga Energi Bersih, PLN Icon Plus Pamer Ragam Inovasi di Electricity Connect 2026

Sebuah kalimat yang dipekikkan oleh proklamator bangsa mampu menggugah semangat, menggetarkan jiwa patriotisme para pemuda untuk bangkit, bersatu membela tanah air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepanjang sejarah bangsa, gerakan pemuda selalu menjadi pelopor setiap aksi perjuangan. Oleh karenanya elemen pemuda juga merupakan sumber kekuatan dalam menggerakkan roda pembangunan.

img_title Marak Phishing dan Penyalahgunaan OTP, Begini Cara Lindungi Akun Aset Digital

Pemuda menurut Undang-Undang No.40/2009 adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.

Mengacu definisi tersebut maka golongan pemuda merupakan gabungan antara sebagian generasi Z dan sebagian generasi milenial. Hasil Sensus Penduduk 2020 yang dirilis BPS mengklasifikasikan penduduk Indonesia menurut generasi, kelompok umur dan jenis kelamin.

img_title KPK Ubah Cara Edukasi Antikorupsi di Era Digital

Sumber pengklasifikasian menurut generasi merujuk teori William H Frey seorang ahli demografi yang membagi komposisi penduduk ke dalam enam generasi. Dua di antaranya adalah generasi yang mendominasi penduduk Indonesia saat ini yakni generasi Z sebesar 27,94?ri 270,20 juta jiwa penduduk Indonesia atau sebesar 74,93 juta jiwa dan generasi Y (dikenal dengan generasi milenial) sebesar 25,87% atau 69,38 juta jiwa.

Berdasar hasil Sensus Penduduk 2020, generasi Z lahir pada rentang waktu 1997-2012, artinya usia mereka saat sensus berlangsung adalah 8-23 tahun. Generasi ini lahir dan dibesarkan di tengah melesatnya perkembangan teknologi digital.

Sejak usia dini mereka telah beradaptasi dengan dunia digital, fasih dalam mengakses internet serta terampil dalam mengoperasikan perangkat digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara generasi Milenial lahir dalam rentang waktu 1981-1996, dengan perkiraan usia saat sensus berlangsung adalah 24-39 tahun. Sebagai generasi yang berada pada masa peralihan, kaum milenial mengalami fase pendidikan konvensional pada usia dini kemudian harus beradaptasi dengan teknologi digital ditengah perjalanan hidupnya karena tuntutan dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Membangun generasi muda yang berkualitas dan berkepribadian tangguh bukan perkara mudah. Tantangan era digital kian nyata dan semakin kompleks. Dunia digital yang sudah merasuk ke setiap aspek kehidupan manusia tanpa disadari turut membentuk karakter pemuda bangsa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut