Indonesia Miskin Sirkuit, Apa Solusi untuk Pembalap?

Pembalap muda Indonesia, Ali Adrian.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA.co.id – Minimnya jumlah sirkuit di Indonesia menjadi penyebab utama dari sedikitnya pembalap tanah air yang mengaspal di ajang internasional. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, pun berharap Indonesia bisa membangun sirkuit lebih banyak.

Siap Tinggalkan Ducati, Pramac Racing Mulai Negosiasi dengan Yamaha

Kemarin, Imam menyatakan jumlah pembalap di Indonesia sebenarnya sangat banyak. Bahkan melebihi yang dimiliki Spanyol.

Hanya saja, jumlah sirkuit di Indonesia sangat sedikit. Andai ada, fasilitasnya tak memadai dan tak sesuai taraf internasional.

Jadwal Lengkap Sprint Race dan Balapan MotoGP Spanyol 2024, Akhir Pekan Ini

"Saya berharap banyak pihak dan pabrikan yang berpartisipasi dalam pembangunan sirkuit," ucap Imam.

Terkait harapan Imam, Direktur Marketing Honda, Margono Tanuwijaya, angkat bicara. Margono mengakui jumlah sirkuit di Indonesia memang masih minim, apalagi yang bertaraf internasional.

Sukses Gelar MotoGP, Sirkuit Mandalika Jadi Magnet Pariwisata Olahraga

Margono menyarankan kepada para pembalap untuk berkarier di luar negeri terlebih dulu. 

"Benar, saya yakin bibit muda Indonesia punya potensi besar. Memang, jam terbang dan fasilitas seperti sirkuit sangat dibutuhkan. Sangat disayangkan, Indonesia minim sirkuit," kata Margono saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat 3 Februari 2017.

"Maka dari itu, Honda memberikan kesempatan kepada pembalap agar menetap lebih lama di luar negeri. Hal itu dimaksudkan agar mereka bisa menimba ilmu lebih banyak. Saya berharap Indonesia punya sirkuit lebih banyak," lanjutnya. (one)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya