Isu Palestina Masalah Semua Umat Islam
- VIVA/Purna Karyanto
VIVA – Klaim sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dikecam komunitas dunia internasional. Tak terkecuali negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, menganggap keputusan Trump itu tak ubahnya sebagai upaya provokasi di tengah upaya perdamaian antara Palestina dan Israel.
Padahal, proses perdamaian yang diupayakan antara Palestina dan Israel, selalu mengarah pada solusi dua negara. Dan, Palestina selalu meminta agar Yerusalem Timur menjadi ibu kota mereka di masa depan.
Desakan dan kecaman mayoritas dunia internasional tak menyurutkan keputusan Trump. Sekalipun Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), telah menyetujui sebuah resolusi, yakni menolak pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta Trump menarik kembali dukungannya.
Arogansi AS makin menjadi. Trump mengancam akan menghentikan berbagai program bantuan dari AS ke negara-negara yang menyokong PBB untuk membuat resolusi melawan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu kota Israel.Â
Polemik seputar Yerusalem masih terus bergulir. Dukungan negara-negara Islam terhadap Palestina tak boleh kendur. Karena bagaimanapun, kemerdekaan Palestina merupakan kepentingan semua negara dan pemangku kepentingan di dunia internasional, dalam mewujudkan hak dan kemerdekaan bangsa Palestina dari penjajahan Israel.
Untuk membicarakan sikap dan dukungan Arab Saudi terkait polemik klaim sepihak AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel ini, redaksi VIVA berkesempatan mewawancarai Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi di kantornya, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Desember 2017.
Berbagai isu lainnya, seputar persiapan haji tahun 2018, kebijakan dalam negeri Arab Saudi dan isu radikalisme sempat disinggung redaksi VIVA dengan Dubes Osama. Dalam perbincangan hangat selama lebih kurang satu jam itu, Dubes Osama menuturkannya sebagai berikut:
Bagaimana sikap Arab Saudi terkait dengan klaim Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel? Apakah Saudi menentang klaim ini?
Berkaitan dengan isu Palestina bahwa sikap Kerajaan Arab Saudi sangat jelas sekali, tentu menolak dengan keras keputusan ini. Dan, kami menyampaikan bahwa sejak Raja Abdul Aziz, Raja Saud, kemudian Raja Faisal, Raja Khalid, Raja Fahd, Raja Abdullah dan sekarang Raja Salman, kami terus-menerus mendukung isu Palestina.