Logo ABC

Kisah Mahasiswa Asing di Australia Dieksploitasi dan Dibayar Murah

Mahasiswa internasional asal Brasil, Paula, merasa tertekan untuk menyembunyikan pelecehan seksual yang dialaminya di tempat kerja.
Mahasiswa internasional asal Brasil, Paula, merasa tertekan untuk menyembunyikan pelecehan seksual yang dialaminya di tempat kerja.
Sumber :
  • abc

"Upah saya 6.000 dolar belum dibayar menurut aturan tarif penalti," katanya kepada ABC.

Ia butuh waktu dua bulan sebelum akhirnya mendapatkan selisih kekurangan gajinya.

Namun mahasiswa lainnya, Jin, yang membawa kasusnya untuk diadili oleh komisi Fair Work Commission, masih berusaha mendapatkan tiga tahun kekurangan gajinya.

"Jumlahnya sekitar 10.000 dolar," kata Jin kepada ABC.

International student, Jin, standing on a railway station platform at night Mahasiswa internasional asal China, Jin, menggugat tempat kerjanya ke komisi hubungan kerja Fair Work Commission karena dibayar lebih murah dibandingkan staf lainnya.

ABC News

Ia bekerja untuk perusahaan promosi di toko bebas pajak di bandara Sydney.

Kepada Fair Work, Jin mengaku melakukan pekerjaan yang sama dengan pekerja ritel yang dipekerjakan langsung oleh pengecer. Tapi bayarannya beda.

Namun, majikan Jin berdalih karyawan mereka tidak diatur oleh sistem gaji menurut tarif penalti.

Fair Work juga sudah menyampaikan ke Jin bahwa mereka tidak dapat menyelidiki laporan Jin dan 16 karyawan lainnya.

Fair Work mengatakan perlu waktu berbulan-bulan untuk menentukan cakupan sistem penggajian tarif penalti, termasuk harus melakukan kunjungan lapangan dan wawancara.