Logo ABC

Perdagangan Manusia di Indonesia: Rantai Setan Eks Korban Jadi Pelaku

Unjuk rasa di Kupang (NTT) menentang usaha perdagangan manusia di Indonesia yang masih terus berlangsung.
Unjuk rasa di Kupang (NTT) menentang usaha perdagangan manusia di Indonesia yang masih terus berlangsung.
Sumber :
  • abc

Suster Laurentina PI dari JPIC- Divina Providentia di Kupang. Suster Laurentina PI dari JPIC- Divina Providentia di Kupang.

Foto: Supplied

Anak-anak ditawarkan beasiswa kemudian dijual

Nusa Tenggara Timur adalah salah satu provinsi di Indonesia yang sedang mengalami masalah dengan perdagangan manusia.

Suster Laurentina di Kupang mengatakan masalah terkait perdagangan manusia di provinsi NTT berakar pada kemiskinan, tingkat pendidikan dan infrastruktur desa yang kurang memadai .

"Orang mudah untuk ditipu dengan kedok mencarikan pekerjaan yang lebih baik dan menghasilkan banyak uang," katanya kepada ABC Indonesia.

Dengan alasan itu, menurutnya, calo-calo atau jaringan perdagangan manusia pergi ke desa-desa utuk mencari mangsa dengan berbagai cara

"Mereka memberikan iming-iming ke calon korban dengan menawarkan pekerjaan yang enak, gaji besar dan tidak usah membawa apa-apa," kata Suster Laurentina.

"Banyak juga anak-anak ditawarkan beasiswa namun akhirnya dijual." katanya lagi.

Sama seperti modus penipuan lainnya, ia mengatakan identitas korban seringkali dipalsukan oleh calo dan membuat sulit baginya jika hendak melacak kasus.