Erdogan dan Gelar Salahuddin Baru, Misi Bebaskan Al-Aqsa dari Israel

Source : Republika
Source : Republika
Sumber :
  • republika

Patriotisme

Media yang berafiliasi dengan pemerintah di Turki dengan cepat mengambil cerita tersebut dan melaporkan bahwa penemuan "arkeologis" Abu Khadija telah membawanya ke dalam konflik dengan otoritas Israel, yang mengklaim atas kepemilikan temuan itu, yang dengan tegas ditolak. 

Abu Khadijah suka berbicara tentang kemenangan ini dan tentang penolakannya terhadap tawaran jutaan dolar untuk membeli restorannya. Dia tahu persis bagaimana menggabungkan bisnis dengan patriotisme lokal Palestina-Islam. 

Dia kemudian menyebut tokonya "Khan Abu Khadija" dan telah menghiasi tandanya dengan siluet Kubah Batu. Para turis Turki, sangat betah berlama-lama di restorannya karena menawarkan suasana yang akrab dengan dekorasi Neo-Ottoman yang sesuai: potret Sultan Abdul Hamid II dan Erdogan, bulu merah dan bendera Turki.  

Untuk beberapa waktu, bendera agensi TIKA juga menjadi bagian dari backdrop di restoran itu. Hingga kemudian ditemukan Israel dan dijadikan sebagai bukti campur tangan Irak. 

Inilah salah satu alasan mengapa Abu Khadijah kini menutupi plakat marmer di dinding tempat TIKA mengungkapkan dukungannya kepada rakyat Palestina dengan kain yang menunjukkan ayat-ayat Alquran. 

Asosiasi "Mirasimiz" (Warisan Kita) yang berbasis di Istanbul berupaya untuk "melindungi dan melestarikan warisan Ottoman di dan sekitar Yerusalem. Mirasimiz melihat restorasi bangunan suci yang berasal dari era Ottoman, yang didukung asosiasi secara finansial dan logistik bekerja sama dengan Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki, sebagai perlawanan budaya terhadap pendudukan Israel dan yudaisasi progresif Yerusalem timur.