Logo timesindonesia

Ecoprint, Batik Madura Ramah Lingkungan

Habibi, menunjukkan Ecoprint hasil produksinya di Dusun Badung Tengah, Desa Badung Pamekasan. (FOTO: Akhmad Syafi"i/TIMES Indonesia)
Habibi, menunjukkan Ecoprint hasil produksinya di Dusun Badung Tengah, Desa Badung Pamekasan. (FOTO: Akhmad Syafi"i/TIMES Indonesia)
Sumber :
  • timesindonesia

"Batik Ecoprint pewarnanya menggunakan teknik cetak, yang diaplikaskan ke kain kanvas atau kain katun yang mampu menyerap warna dengan baik," ucapnya.

Dalam memberikan warna, Habibi memakai beberapa teknik, yaitu dengan menata daun atau bunga pada selembar kain kemudian menggulungnya di sekeliling batang kayu.

Selanjutnya, yang paling sederhana yaitu memukulkan daun atau bunga ke atas kain menggunakan palu kemudian dikukus. "Kain dikukus selama 1 jam. Lebih lama lebih bagus jadinya," beber Habibi, perajin batik ecoprint dari Desa Badung yang memanfaatkan daun sebagai bahan pewarna. (*)